Dana Pendidikan Masih Mengendap di BPR Dana Mas

oleh

LINGGA (SK) — Dana yang diperutukkan bagi pendidikan di Lingga dari tambang, yang ini saat masih beraktivitas di Kabupaten Lingga, sebesar Rp 500 untuk per Tonnya masih mengendap di Bank Perkereditan Rakyat (BPR) Dana Mas hingga saat ini, namun masih belum diketahui apakah dana tersebut masih ada atau tidak, dana tersebut dipergunakan untuk bantuan pendidikan merupakan bentuk kepedulian pengusaha tambang terhadap pendidikan di Lingga.

Menurut Ketua Ormas Forum pemuda hinterland (Forphil) Siswandi, Dana tersebut jumlahnya telah mencapai milyaran rupiah masih tersimpang di BPR Dana Mas, yang masuk ke rekening pribadi salah seorang pegawai Distamben Kabupaten Lingga berinisial, AD, namun dana tersebut hingga saat ini seperti menghilang keberadaannya.

“Kita minta aparat penegak hukum dapat menelusuri tentang dana ini, bila dana tersebut dapat dicairkan tentunya sangat berguna bagi dunia pendidikan dengan keadaan Kabupaten Lingga saat ini,” ucap Siswandi, Kamis (11/6/2015) melalui telepon selularnya.

Dana kepedulian pendidikan dari perusahaan tambang saat beraktivitas di Lingga, Dinas pertambangan dan energi (Distamben) Lingga masih dipimpin oleh Kadis yang lama, nilainya telah mencapai milyaran rupiah, berdasarkan perhitungan nilai ekspor bauksit satu perusahaan pertambangan minimal 100 ton setiap bulannya, bila satu perusahaan beraktivitas selama satu tahun, sekitar 1200 ton pertahunnya.

BACA JUGA  Milyaran Dana Pendidikan Dari Tambang Bauksit Di Pertanyakan

“Dari data yang diperoleh ada 65 perusahaan tambang yang pernah beraktivitas di Kabupaten Lingga, bila dihitung dari jumlah ekspor setiap perusahaan tiap bulannya dan dikalikan satu tahun, dana yang tersimpan sekitar Rp 7,8 milyar per tahunnya, itupun bila kita menghitung perusahaan beraktivitas satu tahun, kita tau rata-rata perusahaan tambang beraktivitas sejak tahun 2010,” ungkap, Siswandi lagi.

Sementara itu, Eks Anggota DPRD Lingga, Rudi Purwonugroho SH, saat dikonfirmasi terkait masalah ini, membenarkan adanya dana pendidikan dari tambang bauksit yang pernah beroperasi di Lingga, sebesar Rp 500 per ton untuk pendidikan di Kabupaten Lingga.

“Masuk dana tersebut melalui Rekening mana memang belum diketahui, diduga dana tersebut masuk ke rekening QQ Bupati, Kepala Dinas dan Pihak ketiga, jika benar dana tersebut masuk melalui rekening pribadi atas nama AD, jelas ini menyalahi aturan karena tidak boleh dana tersebut masuk lewat nama pribadi,” terang Rudi.

Rudi, menjelaskan, saat ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Lingga, masalah beasiswa dan pendidikan di Kabupaten Lingga telah diketahui bersama bahwa Pemerintah Pusat, Provinsi sampai ke Kabupaten telah memfloting anggaran yang cukup besar yang di peruntukkan bagi beasiswa, dan pendidikan jadi kita meragukan adanya kebijakan pemberian beasiswa dari dana ini.

BACA JUGA  Milyaran Dana Pendidikan Dari Tambang Bauksit Di Pertanyakan

“Kita menduga potensi penyelewengan pada anggaran ini cukup besar, bisa saja terjadi pertanggung jawaban beasiswa dari Pemerintah digunakan untuk mencairkan dana beasiswa dari kepedulian tambang tersebut,” imbuhnya. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPADINTO
EDOTOR : DEDI YANTO

Dana Pendidikan Masih Mengendap di BPR Dana Mas (Photo : Puspadinto)
Dana Pendidikan Masih Mengendap di BPR Dana Mas
(Photo : Puspadinto)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.