Dana Reklamasi Rp 12.347.114.600,- “ADA DI DOMPET SIAPA ???”

oleh

BATAM (SK) — Dugaan Korupsi dana pendapatan Reklamasi Pantai sebesar Rp 12.347.114.600.00 (Dua belas miliar tiga ratus empat puluh tujuh juta seratus empat belas ribu enam ratus rupiah), akhirnya dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barelang ke Kejaksaan Negeri Batam.

“Ya, kami sudah membuat Laporan pengaduan ke Kejaksaan Negeri Batam, terkait dengan dugaan Korupsi Reklamasi Pantai. Dan sudah diterima pihak Kejaksaan. Untuk selanjutnya, langkah apa yang mau di buat Pihak Kejaksaan, kami memantau,” ucap Ketua LSM Barelang, Yusril.

Disampaikan oleh Yusril selanjutnya, bahwa pihaknya akan terus saja memantau dan juga mengawal langkah kejaksaan ke depannya terkait laporannya tersebut, dan berharap pihak Kejaksaan tidak gentar tangani kasus tersebut.

BACA JUGA :  Balita 4 Tahun di Bengkong Sadai Terinfeksi Positif Covid-19 di Batam

“Saya berharap pihak kejaksaan tidak akan pernah gentar menghadapi siapapun para pihak yang kami laporkan. Ada tiga orang. Mesti di usut tuntas itu,” tambah Yusril, pada Pewarta Sijori Kepri, di halaman Kejaksaan Negeri Batam, Rabu, (08/06/2016).

Di duga kuat, pendapatan Reklamasi yang di peroleh Pemko Batam sebesar Rp 12.347.114.600.00 tersebut, baru masuk ke Kas Daerah sebesar Rp 4.137.940.000.00 saja. Sedangkan sisanya, belum juga masuk. Jadi kemana larinya.

Apakah belum di bayar oleh para Investor atau sudah di bayar namun masih berada di dompet-dompet para terlapor dan kroni-kroninya. Andai kata belum di bayar sama para Investor, kenapa pihak Pemko Batam, tidak berani menagihnya. ADA APAAAAA ?

BACA JUGA :  Honorer K2 Masih Terus Saja Menjerit, Mana Walikota Rudi

Sementara itu, selama masa waktu yang disepakati, Pemerintah memperoleh Pendapatan berdasarkan pada kesepakatan yang disetujui terlebih dahulu dalam Perjanjian. Dan dalam Naskah Perjanjian, dapat diketahui adanya Hak Tagih Pemerintah. (SK-Nda)

 

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.