Dandim Andreas : Mari Kedepankan “SIKAP TOLERANSI”

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

– Terkait Kebakaran Vihara, di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

BATAM (SK) — “Tiada lagi Negeri, seindah Persada Nusantara. Penduduknya gagah tampan, cantik molek tiada bandingnya. Terkenal manis budi bahasa dan lemah lembut perangainya. Begitulah sebuah Syair Lagu berjudul Nusantara, menggema beberapa puluh tahun silam, begitu indah dan membanggakan kita semua sebagai Warga Negara Indonesia,” kata Dandim 0316 Batam, Letkol Andreas Nanang Dwi, Sabtu, (30/07/2016), seolah mengenang masa lalu.

Syair lagu yang menggambarkan betapa luhurnya budi Warga Negara atau warga masyarakat Indonesia. Terkenal di berbagai Manca Negara kebaikannya, keramah tamahannya dan juga toleransinya yang cukup tinggi dengan adat gotong royongnya yang cukup kental. Terkenal akan adat ketimurannya, yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati dan saling menghargai antar sesama.

Sesama umat manusia ciptaan Tuhan yang Maha Bijaksana. Maha Kasih dan Maha Menjaga serta Maha Besar. Maha Kuasa. Maha segala-galanya. Sungguh Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta Semesta Alam, sangat lah Mulia. Maha Adil, Maha Memberi dan Maha Pemaaf pada Umatnya. Kalau Tuhan saja Maha Pemaaf, lalu bagaimana dengan Umatnya.

“Mudah-mudahan, sebagai Umat Ciptaan Tuhan, kita semua menjadi Umatnya yang punya jiwa pemaaf. Masa kita yang diciptakan, keras hati tidak menjadi umat yang pemaaf. Sedang Tuhan, sebagai Sang Pencipta kita semua, Pemaaf. Malu dong sama Tuhan yang sudah menciptakan kita dengan penuh sempurna. Ya kan ?,” ungkap Dandim Andreas, sambil tersenyum simpul, seakan berceramah, saat di minta tanggapannya terkait Kejadian Pembakaran Vihara di Tanjung Balai Asahan.

“Terkait masalah Pembakaran Vihara di Tanjung Balai Asahan, saya tidak akan coment banyak. yang jelas, saya berdoa dan juga berharap, semoga hal itu tidak lah menjalar kemana-mana. Termasuk di Batam ini khususnya dan juga Kepri pada umumnya, dimana masyarakat Kepri ini, heterogen. Terdiri dari berbagai suku, Agama dan Ras,” Jawab Dandim Andreas, penuh makna di dalamnya.

“Hidup di daerah Heterogen seperti di Kepri ini, Toleransi antar umat beragama dan Etnis, antar suku dan lain sebagainya, sangatlah penting untuk kita junjung dan kita jaga bersama, dengan mengedepankan kearifan lokal. Indonesia terdiri dari berbagai Agama. Dan kita mesti junjung tinggi Toleransi antar Umat beragama. Karena perbedaan itu akan menyatu dalam kekuatan konstruktif,” terang Dandim Andreas.

“Ya, saya kalau boleh di bilang, setidaknya, saya juga menghimbau lah, kepada warga Masyatakat Batam semuanya, untuk bisa terus mengedepankan sikap Toleransi dan kearifan lokal. Hilangkan Ego pribadi atau personal. Mari kita jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, demi terciptanya keamaman dan kenyamanan hidup, agar kita semua bisa menjalankan ibadah dengan tenang, sehingga hidup dalam berkah. Apa sih yang hendak dicapai dalam hidup, kalau tidak keberkahan dari Tuhan yang Maha Kasih. Lakukan apa yang kita mampu sesuai tugas hidup kita masing-masing, sesuai Tupoksi hidup kita apa. He he he he,” ungkap Dandim Andreas, sambil tertawa renyah. (SK-Nda)

 

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner