Scroll untuk baca artikel
KEPRINATUNA

Didampingi Gubernur Ansar, Ketua Umum JMSI Bacakan Deklarasi Natuna

×

Didampingi Gubernur Ansar, Ketua Umum JMSI Bacakan Deklarasi Natuna

Sebarkan artikel ini
Didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, membaca Deklarasi Natuna, yang turut dihadiri Pembina JMSI Kepri, Ramon Damora, Kadis Kominfo Kepri, Hasan dan OPD Kabupaten Natuna. (Foto : JMSI)
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. (Foto : JMSI)

Sijori Kepri, Natuna — Selain sejumlah keputusan untuk memperkuat pondasi organisasi, Rapat Pimpinan Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (Rapimnas JMSI) yang digelar di Batam, Jumat, (18/03/2022) lalu, juga menghasilkan rumusan sikap yang mengaitkan peran pers nasional dalam merawat kawasan perbatasan Indonesia.

Sikap tersebut dituangkan dalam naskah Deklarasi Natuna yang dibacakan Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, di Geopark Information Center (GIC) Natuna, Selasa, (22/03/2022), pagi.

Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita
Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita

Ketika membacakan Deklarasi Natuna, Teguh Santosa didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dan unsur pimpinan Kabupaten Natuna, serta 2 (dua) fungsionaris Pengurus Pusat JMSI, Ramon Damora dan Faisal Mahrawa.

BACA JUGA :  26 Siswa SMA Se-Kepri Tidak Lulus

Deklarasi diawali dengan deskripsi Indonesia sebagai negara maritim yang berada di titik strategis percaturan dunia, serta posisi Kepulauan Natuna dan Kepulauan Riau diperbatasan yang digambarkan sebagai pintu gerbang Nusantara, arenanya harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. 

Teguh Santosa yang mengenakan tanjak Nakhoda Trong yang diberikan Perhimpunan Melayu Raya juga mengatakan, sejarah negeri-negeri di kepulauan ini adalah sejarah kejayaan dan masa keemasan Nusantara di masa lalu.

Dia mengajak seluruh anak bangsa mempertegas kembali itikad dan tekad untuk secara bersama-sama memperjuangkan wilayah perbatasan dengan cara mengoptimalkan semua potensi yang ada, sumber daya manusia dan sumber daya alam.

BACA JUGA :  Walikota Tanjungpinang Terpilih “DILANTIK di GEDUNG DAERAH”

Terkait dengan hakikat pers, Teguh Santosa mengatakan, pers adalah suluh atau penerang perjalanan umat manusia dalam membangun peradaban. 

“Masyarakat pers nasional memiliki tanggung jawab yang besar dan peran yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan merawat perbatasan,” sambungnya.

Pada bagian akhir, Teguh Santosa mengaitkan semangat pendirian JMSI dengan semangat deklarasi Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja, yang disampaikan pada Desember 1957. 

Doktrin Djuanda tersebut menegaskan Laut Nusantara sebagai laut yang mempemersatukan seluruh wilayah Nusantara termasuk belasan ribu pulau di dalamnya.

“JMSI bertekad untuk menjadi faktor yang memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia dengan menghasilkan karya yang profesional, mengikuti kaidah dan etika jurnalistik,” ujar Teguh.

BACA JUGA :  Warga Rekam, Desa Tarempa Barat Daya “BUTUH BANTUAN PEMERINTAH ANAMBAS”

Saat mengawali pembacaan Deklarasi Natuna, Teguh menjelaskan, bahwa deklarasi ini disemangati oleh pokok-pokok pikiran pengurus JMSI di seluruh Indonesia yang menghadiri Rapimnas.

Juga, ikut disemangati oleh pokok pikiran yang disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, saat membuka Rapimnas. 

Dalam sambutannya itu, Gubernur Ansar, antara lain mengatakan, media siber yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, relatif lebih bisa diterima masyakarakat di wilayah kepulauan. (Red)

Share and Enjoy !

Shares
Shares
DMCA.com Protection Status