Diduga APMS Senayang Mainkan Kelebihan Solar Bersubsidi

oleh

LINGGA (SK) — Martin, Aktivis masyarakat Lingga, menilai, pengeluaran rokom untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar yang diperuntukkan bagi nelayan di Kecamatan Senayang, yang dikeluarkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, tidak sesuai dengan kuota BBM yang didapatkan, pasalnya, sejumlah 65 rekom dan hanya menghabiskan 25.500 liter per bulan, sedangkan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) PT. Petro Nusatama Sebangka, Senayang, menerima 360 ton atau sekitar 36.400 liter setiap bulannya.

“Kita mempertanyakan, kemana 11.000 liter lebih solar bersubsidi di jual APMS Senayang tersebut. Kita meminta aparat penegak hukum, untuk melakukan pengusutan terhadap kelebihan BBM bersubsidi yang diterima APMS Senayang ini, karena hanya dengan 25.500 liter solar untuk kebutuhan para nelayan, masih sangat kekurangan, hal ini dikarenakan hampir 90 persen warga Kecamatan Senayang, berprofesi sebagai nelayan,” ucap Martin, kepada Sijori Kepri, Jum’at (25/9/2015) melalui ponselnya.

Dalam hal ini,tutur Martin, jelas ada pembohongan pihak APMS Senayang, kepada masyarakat terkait kuota BBM bersubsidi yang mereka peroleh, jika aparat penegak hukum di Lingga tidak bisa menertibkan masalah ini, kami akan laporkannya ke Polda Kepri, dalam hal ini, tidak hanya aparat penegak hukum, namun, pihak Pertamina pun harus memberikan sanksi kepada APMS Senayang, jika ini memang benar,” terangnya.

Sementara untuk Minyak Tanah (Mitan) lanjut Martin, APMS Senayang mendapat quota dari Pertamina sebanyak 114 Ton, namun, rekom yang dikeluarkan oleh Kabag Perekonomian, Kabupaten Lingga, hanya 7 rekom.

Dikonfirmasi terpisah, Syafril, Kabag Perekonomian, Pemkab Lingga, saat dikonfirmasi terkait masalah ini, menuturkan, sebelumnya para nelayan tersebut cukup tidak diberi 25,500 liter, terus apa tanggapan para nelayan, sekiranya diberi/dijatah 25,500 liter cukup tidak, padahal dari sana diberi 360 ton.

“Kalau saya bilang 7 rekom untuk Mitan itu tidak cukup untuk kebutuhan masyarakat, dari 114 Ton dan Pemerintah kita hanya diberi 7 rekom saja, apa tidak ada kejanggalan dalam kasus miyak tanah kita,” ungkap pria yang akrab dengan sapaan Pak icap ini, menanggapi konfirmasi Sijori Kepri, Jum’at (25/9/2015).

Sementara itu, Direktur APMS Senayang, Santo, hingga berita ini dirilis belum memberikan tanggapan apapun terkait masalah ini, meski pesan singkat telah dikirim dan masuk, namun, tidak dibalas.

Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, untuk data quota BBM bersubsidi yang diberikan kepada APMS berdasarkan informasi dari Pertamina divre Batam di Tanjung Uban. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPANDITO
EDITOR : DEDI YANTO

Ilustrasi: Diduga APMS Senayang Mainkan Kelebihan Solar Bersubsidi (Photo : Net)
Ilustrasi: Diduga APMS Senayang Mainkan Kelebihan
Solar Bersubsidi (Photo : Net)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.