GESER UNTUK BACA BERITA
Example 325x300
HEADLINEHUKRIMPOLRIRIAU

Diduga Lakukan Pemalsuan, Tenaga Honorer Diringkus di Meranti

×

Diduga Lakukan Pemalsuan, Tenaga Honorer Diringkus di Meranti

Sebarkan artikel ini
Diduga melakukan pemalsuan, Tenaga Honorer di Kabupaten Kepulauan Meranti diringkus Unit Reskrim Polsek Merbau. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Meranti — Diduga melakukan pemalsuan Identitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Desa Bandul, seorang wanita berinisial RA, yang bertugas sebagai honorer Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, diringkus Unit Reskrim Polsek Merbau, Kamis, 19 Mei 2022.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, melalui Kapolsek Merbau, IPTU Aguslan, mengatakan, Honorer Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tasik Putri Puyu, tersebut ditahan berdasarkan laporan warga ke Mapolsek Merbau, pada Rabu, 2 Maret 2022 lalu.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“RA ditahan karena diduga melakukan tindak pidana pemalsuan surat bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Desa Bandul,” kata Kapolsek Merbau, IPTU Aguslan, Senin, 23 Mei 2022.

BACA JUGA :  Puluhan Massa Tangkap Pelaku Pencurian di Meranti, Begini Kronologis Kejadiannya

Kronologis kejadiannya berawal pada hari Jumat, 22 Januari 2021, salah seorang korban bernama Lili mendatangi Bank Mandiri Cabang Bengkalis untuk menanyakan terkait dengan dana BPNT yang tidak dapat dicairkan olehnya di E-Warung Desa Bandul.

Kemudian pihak bank menyampaikan kepadanya, bahwa ia dan beberapa masyarakat lainya sudah dinyatakan meninggal dunia dalam surat yang dikirimkan oleh pelaku RA, selaku TKSK Tasik Putri Puyu.

BACA JUGA :  Patroli Siber, Sindikat Judi Online Raja Hokki dan Higgs Diringkus di Batam

Selanjutnya, pada Kamis, 30 Desember 2021 siang, salah seorang warga (pelapor) menerima pesan WhatsApp dari Lili berupa foto lembaran surat dengan judul “Data BPNT yang meninggal beserta ahli warisnya Desa se-Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2019”.

Lalu, pelapor melihat pada lembaran surat dalam bentuk foto yang dikirimkan oleh Lili tersebut, ada terdapat salah satu nama pelapor dalam daftar nama-nama masyarakat Kecamatan Tasik Putri Puyu yang telah meninggal dunia selaku penerima BPNT yang dialih wariskan kepada Saharudin, yang bukan keluarga kandung atau ahli waris dari pelapor.

BACA JUGA :  Kunjungi OJK, BPSK Kota Tanjung Pinang Bertukar Informasi Tentang Tugas dan Fungsi Masing-Masing

“Merasa dirugikan dan tidak terima perbuatan RA, korban melaporkannya ke kantor Polsek Merbau untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ungkap Aguslan.

Untuk proses hukum lebih lanjut, saat ini RA dibawa dan dilakukan penahanan di Rutan Mapolres. Terhadap pelaku, selanjutnya akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (BB) tahap II ke JPU pada Selasa, 24 Mei 2022, sesuai dengan petunjuk dari JPU Kejari Kepulauan Meranti.

“Untuk persangkaannya, pelaku dikenakan pasal 263 ayat 1 KUHP, dengan maksimal hukuman 6 (enam) tahun penjara,” tutup Aguslan. (Luk)