Diduga Tak Terima Diberitakan, Bupati Meranti Kirim Preman Pukul Wartawan, Kapolres : Kami Akan Lakukan Penyidikan

oleh
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Meranti — Diduga tak terima diberitakan, Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, mengirim preman berinisial RK untuk melakukan pemukulan terhadap Ali Imran, salah seorang wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Ali Imran menjadi korban penganiayaan, pada Senin, 30 Mei 2022. Untuk memberikan efek jera terhadap pelaku, Ali memilih melakukan penyelesaian melalui jalur hukum. 

Kronologis kejadian penganiayaan itu berawal pada hari Senin 30 Mei 2022, sekira pukul 10.30 WIB, di depan Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Terpadu, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah, di Selat Panjang.

Saat itu, korban sedang berbincang-bincang dengan rekan sejawat lainnya yang ingin meliput kegiatan di Kantor DPRD Meranti. 

Tiba-tiba datang seorang pria berinisial RK menyerangnya dan langsung melakukan pemukulan, dengan alasan tidak senang dengan pemberitaan yang pernah dibuat Ali.

“Gegara tak terima bupati diberitakan,” ungkap Ali, tentang alasan pemukulan oleh pelaku.

Peristiwa penganiayaan itu sempat membuat heboh banyak orang di Kantor Sekertariat DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. 

BACA JUGA  Bupati Irwan Resmikan Penggunaan Kantor Baru BPPRD Meranti

 

No More Posts Available.

No more pages to load.