,

DIGITAL ISLAND Program “PRIORITAS NATUNA”

oleh
DIGITAL ISLAND Program “PRIORITAS NATUNA” 1
Maket DIGITAL ISLAND yang akan dibangun di Kabupaten Natuna. (Foto : Bernard Simatupang)
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
– Pertemuan Pemkab Natuna Dengan Dubes Jerman.
– Tentang Penelitian dan Investasi Jerman di Natuna.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Sekda Kabupaten Natuna, Wan Siswandi S.Sos M.Si, gelar pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Indonesia, H.E, Michael Von Ungern Stenberg, di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Rabu, (26/04/2017) siang. Pertemuan ini membahas rencana Pemerintah Jerman melakukan beberapa penelitian dan rencana investasi di Kabupaten Natuna.

Pemerintah Jerman, melalui Duta Besar Jerman untuk Indonesia, didampingi Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral Kementerian Luar Negeri, Fikri Casidy, beserta PT Telkomsel, PT PLN, bekerja sama dengan Institut Tekhnologi Sepuluh-NoVember Surabaya, sebagai mitra penelitian dibidang Tekhnologi dan Kelautan di Kabupaten Natuna.

Stenberg, bersama pengusaha Jerman dan rombongan langsung meninjau beberapa titik penelitian, seperti Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, PT. Telkomsel, PT PLN, dan lokasi pembangunan DIGITAL ISLAND, sebagai program prioritas yang akan dibangun di Natuna.

Dalam kesempatan itu, Fikri Casidy, menerangkan beberapa program yang akan dikembangkan di Natuna, salah satunya adalah DIGITAL ISLAND, digital ini merupakan salah satu sistem Telekomunikasi berbasis elektronik yang dibangun pemerintah melalui Program Sustainable Island Depelopment Initiatives (SIDI) yang didirikan pada 10 November 2012 lalu.

Sistem ini dikembangkan untuk pembangunan dan pemberdayaan pulau-pulau terluar di Indonesia, baik untuk konsep pengembangan pendidikan, juga penelitian kegiatan-kegiatan yang melibatkan akademis seperti mahasiswa, pemerintah, dan perindustirian.

“Saat ini kita dengan pihak Jerman, masih dalam tahap negosiasi, kita belum tahu pasti, apakah mereka sanggup atau tidak. Namun kita selalu berharap, agar program ini dapat terealisasi dan berjalan lancar, sesuai yang diinginkan masyarakat Natuna,” jelas Fikri Casidy.

Dalam kesempatan yang sama, Wan Siswandi, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Duta Besar Jerman dan pengusahanya, juga mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada utusan Kementerian Luar Negeri RI, beserta rombongan yang telah bersusah payah sudi menginjakkan kaki di Natuna ini.

“Semoga dengan pertemuan ini, terjalin kesepakatan kerja sama yang baik, sehingga program ini dapat terealisasi dan berjalan lancar sesuai dengan program pemerintah melalui program Nawacita,” ujar Siswandi.

Disela-sela keseriusan pembahasan program DIGITAL ISLAND, Wan Siswandi,menyampaikan keluhannya tentang Bandar Udara yang baru, yang saat ini pembangunannya sudah rampung, bahkan tahun lalu sudah diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, namun sampai saat ini belum bisa dioperasikan.

Saya berharap, melalui Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral Kemenlu RI, Fikri Casidy, dapat menjembatani dan menyampaikan masalah ini kepada Menteri Luar Negeri RI atau Kementerian terkait yang berwenang menanganinya, untuk dapat segera mungkin menindaklanjuti masalah ini, sehingga Bandara ini dapat dioperasikan secepat mungkin,” tutupnya. (SK-Nard)

 

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner