Dinas Perpustakaan dan Arsip MoU Dengan “DISDIK TANJUNGPINANG”

oleh
Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Wan Samsi dan Kadisdik Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG melakukan MoU, disaksikan Anggota DPRD Tanjungpinang Maskur T dan Sekretaris Disdik M Yasir. (Foto : Ist)

Dinas Perpustakaan dan Arsip MoU Dengan “DISDIK TANJUNGPINANG”
– Wujudkan Program Literasi.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, tentang upaya peningkatan minat baca dan kunjungan pelajar ke Perpustakaan Tanjungpinang, guna mewujudkan program Literasi.

Kesepakatan kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Drs H Wan Samsi MM dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Drs HZ Dadang AG M.Si, di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Jalan Soekarno-Hatta, Tanjungpinang, Rabu, (05/09/2018).

Wan Samsi mengatakan, jika dilihat dari pengertian yang sudah disebutkan sebelumnya, memang literasi hanya tampak berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis saja. Namun sekarang sudah berbeda, karena literasi juga mencakup pengetahuan seseorang berkomunikasi di dalam masyarakat, sehingga tidak heran bila kemudian gerakan literasi mulai digalakkan.

“Ya, literasi ini begitu penting di dalam kehidupan manusia, apalagi manusia-manusia yang hidup di zaman yang diwarnai kecanggihan teknologi saat ini. Literasi ini sangat diperlukan dalam segala lini kehidupan manusia, karena kemampuan literasi ini bisa menjadi kunci manusia untuk berproses menjadi manusia yang lebih berpengetahuan dan berperadaban,” ujarnya.

Sambungnya, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kemampuan literasi ini adalah dengan banyak membaca buku. Hanya saja, yang sangat disayangkan adalah membaca tampaknya bukanlah budaya masyarakat Indonesia.

Mengingat masih banyak daerah di Indonesia yang minat bacanya rendah, dan alhasil kemampuan literasinya juga rendah. Setidaknya, lanjut Wan, ada berbagai hal yang menyebabkan kemampuan literasi terutama pada siswa siswi sekolah menjadi rendah.

“Diantaranya, guru memiliki minat baca yang rendah, buku-buku yang bisa menarik minat baca siswa cukup sulit untuk diakses, kondisi perpustakaan yang kadangkala kurang memadai. minimnya buku bacaan yang tersedia, kemampuan guru di dalam menerapkan pembelajaran yang berbasis literasi masih rendah,” paparnya.

Gerakan literasi sekarang ini, tambahnya, menjadi gerakan yang terus disosialisasikan pada setiap lapisan masyarakat. Kegiatan literasi merupakan suatu bentuk hak dari setiap orang untuk belajar di sepanjang hidupnya, dimana harapannya adalah dengan kemampuan literasi yang meningkat, kualitas hidup masyarakat juga bisa meningkat juga.

“Multiple Effect yang dimilikinya juga dianggap bisa membantu pembangunan yang berkelanjutan seperti pemberantasan kemiskinan, pertumbuhan penduduk, pengurangan angka kematian dan lain-lain,” jelasnya.

Wan Samsi juga memaparkan, bahwa Literasi memiliki beberapa pengertian. Pengertian Literasi menurut UNESCO adalah seperangkat keterampilan nyata, khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks dimana keterampilan itu diperoleh dari siapa, serta cara memperolehnya.

“Pemahaman orang tentang makna Literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, dan juga pengalaman,” terangnya.

Dalam kamus online Merriam-Webster, pengertian Literasi adalah kualitas atau kemampuan “Melek Aksara”, yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis, serta kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual.

Education Development Center (EDC) menyatakan, bahwa Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya, bukan hanya kemampuan baca tulis.

“National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (Wak Tung)

 

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]