Dinas PU Kepri Digugat Rp 12 M

oleh

-Terkait Proyek Pembangunan Masjid dan Islamic Center.

TANJUNGPINANG (SK) — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Kepri digugat (wanprestasi) oleh PT Waskita Karya (persero) senilai Rp 12.534.461.200,55 terkait pembangunan Masjid Raya dan Islamic Centre Kepri di Dompak Kepri.

Gugatan perdata tersebut telah didaftarkan PT Waskita Karya melalui kuasa hukumnya, Nengah Sujana dan rekan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang sejak 20 Februari 2015 dengan nomor gugatan 07/PDT.G/2015/PN Tanjungpinang.

Dalam gugatan tersebut, disebutkan bahwa proyek tahun jamak (multiyears) disepakati harga kontrak awalnya senilai Rp 100.030.100.000, kemudian adendum ketujuh harga kontrak berubah menjadi Rp 104.453.814.000.

Hal lain dalam pelaksanaannya, jika pada proses perjalanan pembangunan telah dilakukan sembilan kali perubahan adendum atau Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan (SPPP)/kontrak induk antara Dinas PU Kepri dengan kontraktor.

Dimana yang terakhir, ada eskalasi kontrak dengan SPPP bernomor B07/DPU/MY-KEPRI/XI/2007/ Tanggal 15 Desember 2011. Nah, menurut perusahaan sesuai dengan adendum, hingga saat ini ada yang belum dibayarkan pihak PU Kepri kepada pihak kontraktor.

BACA JUGA  Jembatan I Dompak Rampung Agustus Mendatang

Menurut perusaahan dalam gugatannya, ada sekitar Rp 12 miliar yang belum dibayarkan Dinas PU Kepri yang juga termasuk dana pembayaran pajak (PPN) sesuai dengan nilai adendum eskalasi kontrak. Hal ini juga karena pihak perusahaan mengklaim telah menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen.

Sekedar diketahui, proyek yang sumber dananya ini diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri tahun 2007-2010 tersebut mulai dikerjakan sejak akhir tahun 2007 dan selesai pertengahan tahun 2010.

Hal ini berdasarkan perjanjian kontrak pekerjaan, dimana pihak kontraktor diberi tenggang waktu pekerjaan selama 900 hari kalender terhitung mulai diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tanggal 15 Desember 2007 sampai tanggal 1 Juni 2010.

Selain menggugat Dinas PU Kepri agar membayar ganti kerugian tersebut (material-red) kepada PT Waskita Karya, instansi ini juga digugat membayar ganti kerugian immaterial senilai Rp 25 miliar.

Gugatan perkara perdata ini, akhirnya digelar di PN Tanjungpinang kemaren, dipimpin majelis hakim Parulian Lumbantoruan, termasuk kedua belah pihak dengan agenda menyampaikan materi gugatan, sebelum dilakukan mediasi terlebih dahulu selama beberapa hari kedepan.

BACA JUGA  Warga Pertanyakan Proyek Jalan Sungai Timun Yang Hamburkan Uang Rakyat

Usai sidang, ketika ditemui sejumlah wartawan, kedua pihak enggan memberikan komentar terkait gugatan perdata dalam perkara tersebut.

”Sementara ini kita belum mau komentar dulu, karena gugatannya belum dibacakan,” ucap salah seorang kuasa hukum PT Wakita Karya usai persidangan.(SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.