,

Ditengah Pandemi Covid-19, Pengusaha Tambang di Lingga Terkesan “Masa Bodoh”

oleh
Tokoh masyarakat Kabupaten Lingga, yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Evaluasi dan Perizinan Investasi (TEPI), Rudi Purwonugroho. (Foto : M Ridwan)

Sijori Kepri, Lingga — Dalam beberapa pekan terakhir, penyebaran Virus Corona meningkat tajam di Kabupaten Lingga. Tercatat kasus aktif per 26 Juli 2021 sebanyak 161 orang, serta terkonfirmasi sebanyak 1.104 orang dan meninggal 31 orang, sehingga Lingga masuk dalam zona merah.

Pemerintah Kabupaten Lingga bersama TNI dan Polri terus bergerak untuk berupaya menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lingga, dengan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro, serta membagikan sembako kepada masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri, serta masyarakat yang terdampak.

Namun mirisnya, dari sekian banyak perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Lingga, hanya beberapa perusahaan saja yang tergerak untuk berpartisipasi dalam membantu meringankan beban masyarakat di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi, selebihnya terkesan tidak ambil peduli.

BACA JUGA  KPK Geledah Rumah Pengusaha Tambang Hendi HDS

Rudi Purwonugroho, selaku tokoh masyarakat Kabupaten Lingga yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Evaluasi dan Perizinan Investasi (TEPI), sangat menyayangkan sikap dari para pengusaha tambang yang terkesan “Masa Bodoh”.

Rudi juga mengatakan, hari ini hutan yang dulunya hijau, sekarang jadi gundul digarap oleh perusahaan-perusahaan tambang, untuk mengambil hasil bumi yang ada di Kabupaten Lingga.

“Saya heran bercampur miris dengan sikap para pengusaha tambang di Kabupaten Lingga ini, hasil bumi kita diambil, namun ketika daerah kita lagi dilanda musibah pandemi Covid-19, yang begitu mengkhawatirkan seperti sekarang ini, mereka (para pengusaha tambang) sepertinya tidak peka dan seolah tidak ambil pusing,” kata Rudi, Sabtu, (24/07/2021).

Dikatakannya, Pemerintahan Kabupaten Lingga, TNI dan Polri sekarang tengah gencar melakukan penanganan penyebaran virus Corona, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari mulai Sembako hingga Alat Pelindung Diri (APD), guna meringankan beban yang dihadapi masyarakat.

“Semua pihak saat ini berpartisipasi untuk menekan penyebaran virus Corona di Kabupaten Lingga. Tapi sejauh ini saya tidak mendengar atau pun melihat para Pengusaha Tambang ikut berkontribusi terhadap musibah ini. Jadi mereka kemana saja?. Apakah mereka hanya tahu memporak-porandakan alam kita saja?,” ujar Rudi dengan nada kecewa.

BACA JUGA  Tren Membaik, Ansar Yakin Kepri Turun ke PPKM Level 2

Masih kata Rudi, dimana ekonomi masyarakat, khususnya Kabupaten Lingga melemah sejak diterjang pandemi. Menurutnya masyarakat saat ini butuh perhatian lebih dari berbagai pihak. “Saya minta kepada Pengusaha Tambang yang perusahaannya beroperasi di Kabupaten Lingga, untuk membuka mata hati dan peka terhadap kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Rudi, masyarakat sangat membutuhkan, berupa Vitamin, masker standard atau APD lainnya, tambahan paket sembako, dan biaya rapid test antigen.

“Saya minta dan berharap para Pengusaha Tambang bisa memberikan perhatian yang lebih terhadap masyarakat, dengan memberikan vitamin, masker, paket sembako, dan biaya rapid test antigen,” tutupnya. (Rid)

No More Posts Available.

No more pages to load.