, , , ,

Ditreskrimsus Polda Kepri Amankan Tiga Pengusaha PT ESM Batam

oleh
Wadirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agustiawan, didampingi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, dan Tim Ditreskrimsus Polda Kepri memperlihatkan barang bukti Masker dan Hand Sanitizer tanpa izin, yang ditemukan di Gudang PT ESM, di Komplek Inti Batam Business & Industrial Park, Sei Panas, Kota Batam. (Foto : Humas Polda Kepri)

Sijori Kepri, Batam — Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengungkap kasus Perdagangan dan Peredaran Masker dan Hand Sanitizer Tanpa Izin, Rabu, (4/3/2020). Keberhasilan ini berkat penyelidikan aparat ke Gudang PT ESM, yang beralamat di Komplek Inti Batam Business & Industrial Park, Sei Panas, Kota Batam.

Tiga orang diamankan, terdiri S selaku Direktur Perusahaan, DD selaku General Manager, dan H selaku Komisaris.

Wadirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agustiawan, didampingi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal terjadinya kelangkaan Masker dan Hand Sanitizer di wilayah Provinsi Kepri, akhir-akhir ini.

Polda Kepri lantas mengambil langkah melakukan pengecekkan terhadap gudang-gudang yang diduga menyimpan alat-alat kesehatan. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan gudang dari PT ESM melakukan penimbunan dan menyimpan beberapa Masker dan Hand Sanitizer.

BACA JUGA  Tiga Pelaku Pengedar dan Pemilik Narkotika Diamankan Polisi

”Setelah dilakukan cek perizinannya, ternyata tidak ada surat izin edarnya, sebagaimana yang diatur didalam undang-undang perdagangan dan undang-undang Kesehatan,” ujar Nugroho Agustiawan.

Perusahaan telah menyalahi izin yang diberikan, yaitu menyalurkan barang-barang kesehatan, dimana izin yang diberikan kepada perusahan yaitu menyalurkan barang-barang Industri, namun didalam gudangnya minimbun alat kesehatan, yaitu Masker dan Hand Sanitizer.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, menambahkan, modus operandi yang dilakukan oleh PT ESM ialah perusahan yang bergerak di bidang perdagangan eceran peralatan listrik rumah tangga, peralataan penerangan, serta kelengkapannya, perdagangan eceran pembungkus dari plastik, perdagangan eceran tekstil, perdagangan eceran cat, dan pernis, sesuai dengann Surat Izin Usaha Perdagangan NIB : 8120112051064.

Namun saat tim Ditreskrimsus Polda Kepri mendatangi gudang tersebut, ditemukan Masker merek Jackson Safety, Masker merek 3M, Masker merek Drager, dan Hand Sanitizer merek Johnson Professional.

Dimana barang-barang tersebut tidak termasuk di dalam kelompok Surat Izin Usaha Perdagangan yang dimiliki oleh PT ESM sebagaimana yang tercantum dalam daftar KLBI, serta Perusahaan tidak memiliki izin penyaluran alat kesehatan.

BACA JUGA  Lagi, Polsek Balai Karimun Bagikan Masker ke Warga

“Didalam gudang ditemukan barang bukti berupa Masker N95 merk jackson sebanyak 4.800 pieces, Masker N95 merk 3M sebanyak 1.080 pieces, Masker Drager sebanyak 1.200 pieces dan Masker Actived Carbon Mask sebanyak 32.000 pieces. Hand Sanitizer merk Jhonson sebanyak 1.800 botol kemasan 2 liter,” jelas Harry Goldenhardt.

Sebanyak tiga orang dari PT ESM dengan inisial S selaku Direktur Perusahaan, Inisial DD selaku General Manager, dan H selaku Komisaris tengah menjalani pemeriksaan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri.

Diduga telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 106 UU RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 10 Milyar. Dan/atau Tindak Pidana Kesehatan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 1,5 Milyar. (R Rich)

No More Posts Available.

No more pages to load.