DKP Kepri Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana

oleh
– Masyarakat Kampung Bugis Diajak Goro

TANJUNGPINANG (SK) — Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya membuang sampah ke laut masih kurang diteladani. Padahal kebiasaan buruk itu merupakan salah satu bentuk upaya terjadinya bencana alam akibat perubahan iklim.
Untuk itu Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, mengajak masyarakat Kampung Bugis, Senggarang, Kota Tanjungpinang bergotong royong (Goro) sekaligus mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihgan laut di pesisir pantai, Minggu (19/10).

“Sosialisai ini bentuk pencegahan kita menghadapi bencana yang sewaktu-waktu mencul. Seperti di daerah pesisir ini. Kita tidak tau kapan dan dimana bencana itu akan terjadi. Seperti, angin puting beliung dan gelombang air pasang,” terang Kepala DKP Provinsi Kepri, Raja Ariza dalam acara sosialisasi Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim, di kawasan Kampung Bugis, Senggarang.

Dengan begtu, kata Raja Ariza, DKP Kepri telah memberikan penjelasan kepada masyarakat akibat perubahan iklim ini. Dimana harapannya, melalui upaya mitigasi bencana ini masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan sadar untuk tidak membuang sampah ke laut yang merupakan salah satu ancaman ke depannya.

BACA JUGA  Nelayan Ditipu Oleh ZR Pegawai DKP Kepri

“Dengan begitu, daerah pesisir kita menjadi bersih dan lestari. Namun hal itu, perlu dukungan dan kesungguhan masyarakat yang peduli lingkungan. Jadi kami mengajak masyarakat Kampung Bugis tadi pagi untuk melakukan gotong-royong ) mengangkut sampah-sampah yang masih banyak di pesisir pantai,” jelasanya.

Kendati demikian, dijelaskan Raja Azira, pihaknya telah memperhatikan tumpukan sampah yang berada di pesisir pantai. Nantinya DKP berencana akan melakukan pengelolaan sampah tersebut dengan terencana dan terpadu. Upaya pengelolaan sampah yang dimaksud tidak hanya di laut, tetapi juga sampah yang berqada di darat.

“Harapan kita laut ini dapat menjadi bersih dan bestari. Kedepan untuk pembersihannya dapat dilakukan secra terencana dan terpadu. kami juga akan membuat kawsaan percontohan yang bersih dari sampah di pesisir yang diperkirakan lokasinya di Pelantar II Tanjungpinang,” ujar Raja Azria.

Untuk mewujudkan kawasan percontohan yang bersih dari sampah di pesisir, lanjut Raja Azria, pemerintah akan menyediakan pekerja dan menyediakan boat untuk mengumpulkan sampah secara manual. Selain itu, petugas pembersih nantinya juga difungsikan sebagai pengawas kebersihan di laut.

BACA JUGA  Bantuan Kapal Nelayan Sarat KKN dan Dikorupsi DKP

“Tentu hal ini bertahap. Untuk awal ini kita coba sebanyak 20 pekerja dan ditunjang dengan boat bermesin yang gunanya untuk membersihkan sampah secara manual. Memang agak sulit untuk menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke laut,” aku Raja Azria.

Di tempat yang sama, dalam sambutannya, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmasnyah mencoba untuk menyadarkan masayarakat Kampung Bugis untuk tidak membuang sampah ke laut.

Selain itu, Lis juga mengucapkan terima kasih kepada DKP Kepri yang telah menggelar kegiatan ini di pesisir Kampung Bugis, yang merupakan ibukota Provinsi Kepri dengan upaya mitigasi bencana.

Lis juga mengaku untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut sangat lah sulit. Namun kalau tidak dimulai, untuk menjaga keasrian laut di daerah pesisir ini agar pantainya berish jelas tidak akan terwujud.

“Kalau kita hanya berharap tentu tidak akan berhasil. Jadi perlunya kesadaran masyarakat setelah diberikan sosialisasi oleh pemerintah ini dapat berkelanjutan. Kalau tidak ada itikad atau niat sendiri dari masyarakat, baik itu pemerintah kota, provinsi, dan pusat yang berusaha untuk memberikan sosialisai ini juga tidak akan terwujud,” terang Lis. (HK/SK-001)

BACA JUGA  “MASALAH NELAYAN LINGGA” Dibawa Ke Kementerian Kelautan dan Perikanan
 

No More Posts Available.

No more pages to load.