Drs H Suhendri M.Si

oleh

“Pelopor Pemekaran Daerah, Ingin Anambas Berjaya”

Oleh : Rusmadi

SIJORI KEPRI (SK) — Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan impian sebagian orang. Motivasi orang menjadi PNS-pun menjadi beragam antara orang yang satu dengan yang lainnya, namun bagi Suhendri, yang kini berprofesi sebagai PNS dengan jabatan sebagai Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi Riau, bergabung dalam Korp Birokrasi merupakan keinginannya sendiri dalam rangka aktualisasi diri dan pencapaian tujuan mensejahterakan masyarakat.

Pria yang memegang teguh prinsip “konsisten dalam berbuat, bertanggung jawab, dan berjalan dalam aturan-aturan yang ada”. Suhendri yakin melalui jalur PNS, seseorang bisa mengubah sesuatu menjadi berarti, lebih mudah menindaklanjuti tujuan untuk mensejahterakan masyarakat karena anggaran dan fasilitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut tersedia dalam birokrasi.

Jika PNS pintar melakukan manajemen untuk mencapai tujuan dimaksud, sesuai anggaran dan fasilitas yang ada, maka tujuan yang direncanakan akan mudah dicapai. Walau setelah berada dalam birokrasi, Suhendri mengakui bahwa mencapai tujuan mensejahterakan masyarakat, tidak berjalan semulus yang dibayangkan.

Seideal apapun program dan tujuan birokrasi, kalau tidak ditunjang oleh sikap konsisten dari pimpinan, maka keberhasilan tersebut sulit untuk dicapai. Dan dengan bergabung dalam birokrasi, sesorang minimal bisa memberikan masukan dari dalam. Sebagai seorang birokrat, ia bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Gigih Menuntut ilmu

Salah satu cara yang ditempuh dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,adalah dengan meningkatkan kualitas dirinya melalui pendidikan formal dan informal. Peningkatan pendidikan menurut Suhendri yang dikenal gigih menuntut ilmu ini, akan meningkatkan wawasan berpikir, pola berpikir dan penajaman berpikir yang membuat seseorang mampu memandang masalah secara spesifik dan fokus, sehingga apa yang dibuatnya lebih berguna bagi masyarakat.

Selain itu, melanjutkan pendidikan ke jenjang strata yang lebih tinggi, akan memuluskan karir seseorang untuk menjadi pimpinan. Dan berdasarkan dua alasan tersebutlah, Suhendri bersemangat dalam menimba ilmu pengetahuan, sehingga di tahun 1995 dia telah meraih gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Selain aktif di birokrasi, Suhendri juga aktif dalam mengembangkan dunia pendidikan. Dalam hal ini, Suhendri tercatat sebagai salah seorang pelopor berdirinya Perguruan Tinggi di Rengat Indragirihulu, di Dumai, dan Tanjungpinang. Perguruan Tinggi ini merupakan cabang dari Universitas Lancang Kuning (UNILAK) Pekanbaru dengan jurusan Ekonomi dan Ilmu Administrasi.

Saat itu Perguruan Tinggi ini dikenal dengan nama kelas jauh UNILAK di Rengat, Dumai, dan Tanjungpinang. Seiring dengan perkembangan Perguruan Tinggi ini sudah berubah, berkembang dan berdiri sendiri seperti Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi di Dumai, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Ilmu Ekonomi di Rengat dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang

Mendukung Pemekaran Daerah

Menurut Suhendri, usaha pemekaran dan pembentukan Daerah Otonom Tingkat I dan Tingkat II di Provinsi Riau, secara konkrit telah dimulai sejak tahun 1986 disaat dia telah menjadi PNS, yaitu di Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Tingkat II Indragiri Hulu di Rengat.

Suhendri kemudian mutasi ke Provinsi Riau tahun 1993 dan diangkat sebagai Kasi Orsospol dan Profesi Dit Sospol Tingkat I Riau, dan setelah kembali tugas belajar dari UGM Yogyakarta (1996), Suhendri diangkat sebagai Kabag Administrasi Pembangunan Biro Bangda Kantor Gubernur Riau.

Pada tahun 1996 s/d 2000, banyak terlibat dalam mendukung pembangunan Daerah Tingkat II termasuk daerah-daerah di Kepulauan Riau, seperti Proyek Pengembangan Kecamatan (PPK) di Karimun, Ranai, Letung, Siantan, dan lain-lain. Suhendri menilai adanya upaya pemekaran beberapa kecamatan, pembentukan Pembantu Bupati dilakukan dalam rangka memperpendek rentang kendali pemerintahan dan untuk pemenuhan syarat administratif, teknis, dan fisik kewilayahan Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten baru.

Suhendri saat itu, ditugaskan oleh Gubernur Riau sebagai anggota Tim Teknis Persiapan Pemekaran Pembentukan Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau. Posisinya sebagai anggota Tim Teknis Persiapan Pemekaran Kabupaten Baru di Provinsi Riau (Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, Rokan Hilir, Karimun, dan Natuna) membuatnya berperan dalam memasukkan daerah-daerah di Riau yang menjadi tujuan Kunjungan Kerja Tim Penilai Kelayakan pemekaran kabupaten dari Pemerintah Pusat yang terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, DPR RI dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD).

BACA JUGA :  Paripurna Pembentukan Kecamatan Kute Siantan

Ingin Kepulauan Anambas Berjaya

Sebagai birokrat, Suhendri memang banyak bertugas diluar Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun kepeduliannya terhadap Kabupaten Kepulauan Anambas tidak terbantahkan, bahkan, dia memiliki impian Kabupaten Kepulauan Anambas bisa Berjaya seperti kabupaten lainnya di Indonesia.

Kepedulian Suhendri terhadap Kabupaten Kepulauan Anambas sangat beralasan, mengingat ditubuhnya mengalir darah orang Anambas. Ayah kandung Suhendri bernama Rikin bin Sirin, asal Pangean, Kuantan Singingi. Sementara ibu kandung Suhendri bernama Maryam binti Sirih (almarhumah) berasal dari Payalaman, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sementara kakeknya dari pihak ibu bernama Sirih (almarhum) seorang petani di Payalaman. Saudara kandung dari Maryam binti Sirih adalah Husin Sirih (almarhum) yang merupakan paman Suhendri besar dan meninggal di Payalaman.

Di antara anak-anak Husin Sirih tersebut yang merupakan saudara sepupu Suhendri tersebut yaitu Munir (almarhum), Helmiyus (almarhum), Erwady B.Sc (almarhum), Nurlela (Guru SDN di Tarempa), dan Amat Amri (pegawai PT Conoco Philipdi Matak Anambas).

Kedekatan Suhendri dengan Kepulauan Anambas semakin besar setelah dia mempersunting seorang dara asal Tiangau Tarempa Kepulauan Anambas (12-10-1985) bernama Dra Hj Zurbaiti Hukmi. Istrinya merupakan anak dari pasangan Abdul Malik, BA bin Jamaludin (almarhum) dengan Syamsidar Ali binti Mat Nali yang berasal dari Tarempa, Kepulauan Riau.

Kepedulian Suhendri terhadap Kabupaten Kepulauan Anambas ia tunjukkan ketika dia bersama sejumlah tokoh asal Kepulauan Anambas berjuang untuk membentuk Kabupaten Kepulauan Anambas, yaitu sebagai Anggota Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas (BP2KKA) Perwakilan Pekanbaru (2007).

Suhendri juga Pembina di Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Pekanbaru (2012-2014), dan aktif dikegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Kepulauan Anambas Pekanbaru, Ikatan Warga Kepulauan Riau Pekanbaru, dan juga di Ikatan Pelajar dan mahasiswa Anambas Pekanbaru.

Suhendri sebagai masyarakat dan warga Anambas diperantauan, sangat peduli dan bercita-cita ingin menjadikan Anambas berjaya dimasa yang akan datang, karena dengan potensi dan kekayaan yang dimiliki Anambas seperti Fishery, Ship services, Oil dan Gas, Tourism, Telematika, dan lain-lain sangat mungkin untuk digali dan dikembangkan bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dari Keluarga Guru dan Penggerak Organisasi

Kesuksesan dan keberhasilan tidak akan datang begitu saja tanpa berusaha, itulah kata kunci yang selalu dipegang, kendatipun berasal dari keluarga tokoh dan pemuka masyarakat Riau seperti Prof DR M. Diah Zainuddin M.Ed, PhD, mantan Rektor Universitas Riau (abang sepupuh), Drs H Rustam S Abrus (mantan Sekda Provinsi Riau, dan mantan Wakil Gubernur Riau (abang ipar).

Suhendri tidak memanfaatkan kesempatan itu, karena dianggap hal itu tidak baik (nepotisme), akan tetapi berusaha, belajar, dan berjuang dari hasil dan kemampuan sendiri dengan memacu berusaha mencapai kesuksesan, dan hal itu sudah dimulainya sejak dari kecil untuk mandiri (sekolah-kuliah sambil bekerja), dan terbantu dengan selalu aktif diorganisasi.

Suhendri dari awal setelah menyelesaikan sarjana tahun 1984, sudah mulai mengajar di Perguruan Tinggi (1985-sekarang) menjadi Asisten Dosen di Fisipol UNRI, yaitu asisten dari DR. H Syofyan Samad, M.A (mantan Dekan Fisipol UNRI dan Ketua KPU Provinsi Riau). Suhendri tahun 1986 diangkat sebagai CPNS oleh Gubernur Kepala DaerahTingkat I Riau ditempatkan di Pemda Tingkat II Indragirihulu. Sambil bekerja, mengajar di SMA Muhammadiyah di Rengat (1986-1992), dan juga sebagai inisiator pendirian Perguruan Tinggi Swasta di Rengat.

Selain mengajar dibeberapa Perguruan Tinggi di Riau (UNRI, UIR, UNILAK, Diklat Provinsi Riau), juga aktif berorganisasi, diantaranya: Ketua OSIS SMAN 2 Pekanbaru (1978-79), Ketua Pelajar Islam Indonesia Pekanbaru (1979-82), Sekretaris HMI Riau (1981-85), Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fisipol UNRI (1982-85), Pengurus BKK UNRI (1983-86), Wakil Ketua DPD MKGR Riau (1985-90), Ketua Biro Bitpenmas DPD AMPI Riau (1994-99), Pembina Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (1994-96), Presidium DPW Pemuda Pancasila Tingkat I Riau (1996-2001), Pembina Masica ICMI Riau (1999-2001), Tim Teknis Persiapan Pemekaran Kabupaten baru di Provinsi Riau: Kabupaten Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Karimun dan Natuna (1998-2000), Ketua Komisi Litbang Majelis Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Riau (2000-2005), Ketua Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi DPW Muhammadiyah Riau (2000-2005), Ketua Tim Penilai Kebersihan Kota dan Penilai AMDAL Provinsi Riau (2003), Sekretaris Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau (2003-2006), Ketua Korpri Perindag Provinsi Riau (2005-2008), Pemimpin Redaksi Media Indag Provinsi Riau (2005-2008), Dewan Pembina Persebatian Cendikiawan Melayu Riau (2001-2006), Pengurus Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Rakyat Riau (2002-2007), Ketua V Keluarga Alumni Pelajar dan Mahasiswa Riau Yogyakarta (2003-2006), Anggota Majelis Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (2003-sekarang), Pengurus Dewan Pengupahan Provinsi Riau (2005-sekarang), Pengurus Persatuan Sarjana Administrasi Indonesia Provinsi Riau (2007-2011), Wakil Ketua Pengurus Daerah Petani Buruh dan Nelayan Provinsi Riau (2008-sekarang), Dewan Pakar PW Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia Provinsi Riau (2009-2012), Pimpinan Redaksi Jurnal Teroka Riau (2010-sekarang), Ketua Panitia Worshop Penguatan Sistem Inovasi Daerah yang diselenggarakan di Riau (2011), Wakil Ketua BPH LAZIS PW Muhammadiyah Riau (2010-2015), Dewan Penasehat DPP LSM Forum Masyarakat Pemantau APBD dan APBN (2010-2015), Ketua Rombongan Jemaah Haji Indonesia Kloter 6 Embarkasi Batam (BTH) Provinsi Riau 1433 H/2012 M, Ketua Bidang Program, Monitoring dan Evaluasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi Riau (2011-2016), Pembina Ikatan Keluarga Kepulauan Anambas Pekanbaru (2012-2014), Ketua DPC Angkatan Muda Islam Indonesia Kota Pekanbaru (2012-2015), Ketua Forum Peduli Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Riau (2013-2017), Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (2012-2017), Ketua Bidang Litbang Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia Provinsi Riau (2012-2016), Pembina Keluarga dan Alumni Mahasiswa Riau Yogyakarta Provinsi Riau (2013-2016).

BACA JUGA :  Taushiyah MUI Kepri Tentang Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 01 Syawal 1442 H

Karya tulis dan kegiatan Seminar

Di sela-sela kesibukan sebagai birokrat, penggerak oganisasi dan pengajar, Suhendri masih menyempatkan diri mengikuti kegiatan seminar/lokakarya yang dilaksanakan didalam maupun diluar negeri, dan masih menuangkan pemikiran gagasannya dalam beberapa karya tulis, baik berbentuk artikel maupun karya ilmiah lainnya:

Karya tulisnya antara lain: Pola umum pembinaan karier PNS dilingkungan Depdagri/Pemda (MAP UGM, 1996), Lingkaran KKN Dalam Proses Administrasi Publik (Harian Riau Pos, 21-1-1999), Kinerja Daerah Tingkat II (Harian Media Riau, 26-3-1995), Otonomi dan Belanja Daerah (Harian Kedaulatan Rakyat, 6-1-1995), Prospek Daerah Otonomi Tingkat II Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri (Harian Media Riau, 2-4-1995).
Pelaksanaan Otonomi Pemilihan Kepala Daerah Tingkat I Riau: Studi Formulasi Kebijakan Publik (PPS MAP UGM, 1995), Manajemen dan Kepemimpinan Infrastruktur Politik (PPS MAP UGM, 1995), Otonomi dan Diskresi Birokrasi (PPS MAP UGM, 1996), Perilaku Berotonomi Daerah (PPS MAP UGM, 1996), Indikator Berotonomi Daerah (PPS MAP UGM, 1996), Misi dan Aktor Otonomi Daerah (PPS MAP UGM, 1996), Otonomi Daerah dan Rakyat Daerah (PPS MAP UGM, 1996).

Prospek Masing-masing Parpol dalam Pemilu (Harian Media Riau, 2-6-1996), Pemilih dalam Pemilu 1999 (Harian Media Riau, 20-5-1999), Intisari UU No. 22 tahun 1999 (Harian Suara Riau, 16-1-2001), Relasi PADs dan PDRB Daerah Otonom (Harian Media Riau, 25-6-1996), Rental Pemimpin (Harian Media Riau, 13-2-1996), Akses Pelayanan Air minum di Provinsi Riau (MAP UGM, 1996), Golkar dan Desentralisasi di Indonesia (Harian Kedaulatan Rakyat, 2-2-1995).

Dimensi Kualitas Pelayanan Aparatur Negara Dalam Menghadapi Globalisasi dan Millenium Ketiga (Teroka Riau, 2001), Membangun Akuntabilitas (Media Indag, ed 14, 2007), Pentingnya Pengawasan dan Penegakan Hukum Terhadap Barang dan Jasa (Media Indag, ed IV, 2006), Penilaian Angka Kredit dan Permasalahannya (Media Indag, ed V, 2006), Dilemma Industrialisasi: Antara Desakan Efisiensi dan Semangat Otonomi Daerah (Media Indag, ed VIII, 2006), Pilkada dan Netralitas PNS (Harian Riau Tribun, 20-9-2006), Ulang Tahun Emas Provinsi Riau (Media Indag, ed XX, 2007), Evaluasi Terhadap UU No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Harian Riau Mandiri, 14-5-2007), Meneroka Jabatan PNS Daerah (Harian Media Riau, 18 Juli 2008, dan 19 Juli 2008), Perlu Penguatan Sumber Daya Aparatur: 51 tahun Provinsi Riau, (Media Riau, 9-8-2008), Penataan dan Strategi Pelaksanaan Otonomi Daerah (Koran Riau, 24-9-2008, dan 25-9-2008), Rekrutmen dan Profesionalisme PNS (Koran Riau, 25-6-2010, dan 26-6-2010), Format Pemerintahan Kepulauan Riau menuju Dati I (Harian Riau Pos, 20-8-1998), Kesiapan Pemda dan masyarakat Provinsi Riau menyongsong Otonomi Daerah (Harian Riau Pos, 11-9-1999), Pembentukan Kabupaten: Antara Mimpi dan Kenyataan (Media Riau, 26-3-1998), PNS Harus Netral (Harian Riau Pos, 21-8-2013), Saatnya berfikir berkiprah di Pusat (Koran Riau, 25-10-2008), Seringnya mutasi, memperlemah Kinerja Aparatur (Koran Riau, 23-10-2008), Bupati terpilih, jadilah sebagai Pemersatu (Harian Riau Pos, 26-5-2011), Strategi mengendalikan Harhutla (Harian Riau Pos, 1-3-2014), Pemilih dalam Pemilu 2014 (Haluan Riau, 4-4-2014, dan 5-4-2014), Melihat, Memahami dan Memilih (Harian Riau Pos, 8-4-2014), Pemetaan Karhutla di Riau (Haluan Riau,28-4-2014), Menuju Musrenbang Kabupaten Kepulauan Anambas yang berkualitas (Haluan Kepri, 11-3-2014), Penyakit dalam Birokrasi (Haluan Kepri, 19-3-2014), Anambas Dulu dan Kini: Sebuah Catatan Enam Tahun Kabupaten Kepulauan Anambas (Haluan Kepri, 24 dan 25-6-2014).

BACA JUGA :  Seorang Mucikari Prostitusi Online Diringkus di Tarempa, Ini Modus Pelaku

Kunjungan ke Luar Negeri

Untuk memperluas wawasan kebangsaan terutama dalam bidang birokrasi pemerintah (pembangunan, pemerintahan, dan kesra), Suhendri sudah melakukan kunjungan kerja kebeberapa negara, di antaranya Pameran Food Expo dan produk eksport di Hongkong (2004), Beijing (2007), Thailand (2008), Malaysia (2008), Kunjungan ke Kawasan Industri di Singapura, Vietnam dan Korea (2005), Indonesia Solo Exhibition Sharjah, Uni Emirat Arab (2004), Kunjungan Daerah Perbatasan Sosek Malindo, Malaka Malaysia (2005), International Expo, Jeddah Arab Saudi (2005), Pertemuan Tim Teknik KK/JKK Peringkat Negeri Johor-Malaka, Johor Bahru Malaysia (2005), Pameran IMT-GT, Hatyai Thailand (2006), Sidang ke VI KK/JKK Peringkat Negeri Johor/Malaka- Daerah Riau, Johor Bahru, Malaysia (2007), Kunjungan ke Vietnam Petrolium Institute – Hanoi (2010).

Biografi :

Nama : Drs. Suhendri, M.Si
Tempat Tanggal Lahir : Pangean, Kab. Kuantan Singingi, Riau 26 Maret 1959
Pendidikan Terakhir : Magister Administrasi Publik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Pekerjaan : Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi Riau.

Orang Tua :

Bapak : Rikin bin Sirin
Ibu : Maryam binti Sirih (almarhumah)
Istri : Dra. Dra. Hj. Zurbaiti Hukmi.
Anak : Fadliyah Fajraini, S.E, Fitri Febriani SE, Ak, Fajri Fadurrahman, Fahriyah Fatiiyah, dan Fadhli Kabir.

Aktivitas Sosial :

1. Anggota Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas (BP2KKA) Perwakilan Pekanbaru (2007)
2. Pembina di Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Pekanbaru (2012-2014).
3. Aktif dikegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Kepulauan Anambas Pekanbaru, Ikatan Warga Kepulauan Riau Pekanbaru, dan juga di Ikatan Pelajar dan mahasiswa Anambas Pekanbaru.

Penghargaan :

1. Penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Mahasiswa Teladan 1 (1983).
2. Penghargaan dari Ketua Umum DPP Golkar atas Keberhasilan Sebagai Penyelenggara Pemilihan Umum (1992).
3. Pemuncak Wisuda Program Pascasarjana UGM (1996).
4. Lulus Terbaik Spama Depdagri Angkatan XVII LAN RI, Yogyakarta (1996).
5. Lulus Terbaik Spamen/Diklatpim II Angkatan X LAN RI, Jakarta (2003)
6. Bintang Jasa Satyalencana Karya X tahun dari Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri (2001).
7. Bintang Jasa Satyalencana Karya Satya XX tahun dari Presiden Republik Indonesia, DR Susilo Bambang Yudoyono (2005).
8. Penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia sebagai Ketua Rombongan Jemaah Haji Indonesia Kloter 6 Embarkasi Batam (2012).***
Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.