Dua Pelansir Solar Divonis 7 Bulan Penjara

oleh

– Tangkapan Wako Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG (SK) — Sokidi dan Frans Aritonang, dua terdakwa pelansir solar yang ditangkap Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, di SPBU Km 7, Jalan Di Panjaitan, beberapa waktu lalu, divonis 7 bulan penjara oleh majelis hakim, dalam sidang, Selasa (31/3/2015).

Selain vonis itu, kedua terdakwa juga dijatuhi denda Rp 50 juta, jika denda tidak dibayar akan diganti dengan hukuman selama satu bulan penjara. Jalannya sidang vonis kedua terdakwa dilakukan terpisah (split-red), dengan majelis hakim dan JPU yang sama.

Ketua majelis hakim Parulian Lumbantoruan SH MH, dalam membacakan vonis menyatakan perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melanggar ketentuan pasal 55 Undang Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2011 tentang Minyak dan Gas.

“Hasil musyawarah dan pertimbangan majelis hakim, memutuskan bahwa terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus tindak pidana ini,” ucap Majelis Hakim.

Disamping itu, hakim juga menyebutkan bahwa barang bukti yang digunakan terdakwa dalam menjalankan aktifitas ilegal tersebut di sita untuk negara.

BACA JUGA  45 Siswa Peraih Nilai 100 UN 2017 “TERIMA PENGHARGAAN”

“Barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka, dua unit mobil Isuzu Panter BP 1681 OD dan BP 1451 QT, dengan tangki yang sudah dimodifikasi, minyak solar sebanyak 200 liter, sebanyak 16 lembar kartu kendali,” kata Hakim.

Terhadap vonis oleh majelis hakim tersebut, kedua terdakwa menyatakan menerima. Sementara Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan fikir-fikir.

Dalam sidang juga terungkap, perbuatan terdakwa bermula saat Walikota Tanjungpinang yang tengah melakukan inspeksi mendadak ke SPBU Km 7. Saat itu, kedua terdakwa sedang mengantre untuk mengisi BBM bersubsidi ke tangki mobil yang dibawanya.

Dari hasil pemeriksaan polisi diketahui kedua pelansir tersebut menjual BBM itu kepada nelayan yang ada di Kijang, Bintan.

Sementara dari pemeriksaan kedua mobil Panther yang diamankan tersebut, didapati pada mobil Panther BP 1451 QT yang dikemudikan Ari, Polisi menemukan satu buah senjata tajam jenis pedang samurai, empat kartu kendali, dan plat nomor BP 1670 TG yang bisa dibongkar pasang serta dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan uang sebesar Rp 2.050.000.

BACA JUGA  Nelayan dan Tukang Ojek “BISA DAFTAR BPJS KETENAGAKERJAAN”

Sedangkan dari mobil Isuzu Panther BP 1681 OD yang dikemudikan Sokidi, Polisi menemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI Al atas nama TG, satu butir peluru aktif untuk senjata jenis FN, 11 kartu kendali yang diakui tersangka dipalsukan oleh anggota TNI AL berinisial WT.(SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.