Dua Terdakwa Korupsi Faspel Tanjung Berakit Disidang

oleh

TANJUNGPINANG (SK) — Dua terdakwa dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Internasional Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Rabu (15/10).

Kedua terdawa, yakni Binsar Simanjuntak selaku kontraktor, sekaligus direktur dari PT Siman Eranesia Ardres Plan, serta Firmansyah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pelaksanaan proyek Faspel tahun anggaran 2010 dan 2011 di Bintan senilai Rp22,5 miliar dari Rp1,589 miliar yang diduga telah dikorupsi.

Jalanya sidang kedua terdakwa berlangsung terpisah dengan majelis hakim yang sama dalam ruangan sidang serta jaksa penuntut umum dan penasehat hukum (PH) terdakwa yang sama.

Sidang dipimpin majeli hakim, Parulian Lumbantoruan SH MH didampingi Jhoni Gultom SH MH dan Patan Riadi SH MH. Agenda sidang untuk mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara bergantian, yakni Eka Palapia SH, Rabuli Sanjaya SH, Noprianto SH, Efan Apturedi SH.

Sementara kedua terdakwa didampingi oleh dua penasehat hukumnya (PH) Agusutato SH dan Nirwansyah SH. Sidang pertama dilakukan terhadap terdakwa Binsar Simanjuntak, kemudian menyusul terdakwa Firmansyah.

BACA JUGA  Idit Mujijiat Tulkin di vonis 4 Tahun

Dalam dakwaan JPU menyebutkan, didapati modus operandi yang dilakukan terdakwa pada pelaksanaan proyek Faspel dari Pemerintah Pusat melalui Satker Fasilitas Pelabuhan Laut Khusus Pulau Terluar Kementerian Perhubungan telah menganggarkan Rp16 milliar lebih pada 2010, dan Rp6,5 miliar pada tahun 2011 untuk pelaksanaan fasilitas pembangunan pelabuhan laut di Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan.

Kenyataannya, meski jadwal pelaksanaan pekerjaan sedianya sudah selesai, namun PPK dan kontraktor pelaksana masih tetap melaksanakan pekerjaan dengan membuat adendum di luar dari aturan yang berlaku, Keppres 80 tentang pengadaan barang di pemerintah.

Disamping itu, tindakan terdakwa dalam pelaksanaan pekerjaan proyek Faspel tersebut, didapati adanya dugaan memanipulasi spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan proyek. Selain itu, PPK dan kontraktor juga melakukan unsur melawan hukum atas adendum yang dilakukan, pada 7 item kegiatan pekerjaan pada kegiatan proyek, hingga merugikan keuangan negara.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka dapat dijerat dengan pasal 2 juncto pasal 3 junto pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

BACA JUGA  EDWARD HARRIS : Masalah Dugaan Permainan Uang di Pengadilan “LAPOR KE SAYA KALAU ADA”

Dalam perkara tersebut, juga didapati terdakwa telah mengembalikan semua kerugian negara Rp1.589.634.771 dari Binsar Simanjuntak selaku Direktur PT Siman Eranesia Ardesplan (SEA). Uang telah disita dan saat ini dititipkan Kejati Kepri sebagai titipan barang bukti di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tanjugpinang.(HK/SK-001)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.