Dugaan Kasus Penimbunan Solar, Agung Trianto Siap Diperiksa Polisi

oleh

TANJUNGPINANG (SK) —  Agung Trianto alias AG, oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang, mengaku siap untuk diperiksa tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, terkait dugaan kasus pelansiran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi yang ditangkap unit Intel Kodim 0315/ Bintan beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu disampaikan AG saat ditemui wartawan menyangkut desas desus keterlibatan dirinya atas dugaan kasus pelansiran solar tersebut, usai menghadiri upacara peringatan HUT TNI ke 69 di lapangan Dewi Ruci, Teluk Keriting, Tanjungpinang, Selasa (7/10).

“Kita siap untuk dipanggil dan diperiksa penyidik Polres Tanjungpinang, jika surat panggilan tersebut sudah sampai ke tangan saya,” kata AG singkat.

Namun AG enggan dan bungkam komentar ketika ditanya tentang dugaan keterlibatan dirinya atas dugaan kasus tersebut bersama tersangka lain yang sudah ditetapkan penyidik polres Tanjungpinang, sebagai penyandang dana, termasuk kepemilikan mobil Robicon warna merah yang disinyalir pemerian dari Abob, tersangka dugaan kasus pelansiran solar di Batam yang ditangkap Mabes Polri beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  “INI TEMUAN PANSUS” Atas LKPj Wako Tanjungpinang

Sementara Kapolda Kepri, Brigjen Pol Arman Depari yang hadir dalam acara perayaan HUT TNI ke 69 tersebut, ketika dikonfirmasi wartawan tentang lanjutan penyeldikan dugaan kasus penimbunan solar tersebut, mengatakan telah menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Polres Tanjungpinang.

“Polda hanya bersifat memberikan rekomendasi tembusan tentang surat izin pemeriksaan yang bersangkutan kepada Gubernur. Untuk teknik penyelidikannya, kita serahkan ke Polres Tanjungpinang,” ucap Kapolda sambil berlalu terburu-buru memasuki mobil dinas yang sudah menunggunya.

Sementara Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana SH menyatakan siap dan segera melakukan pemeriksaan terhadap alias AG, oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang setelah menerima suarat izin pemeriksaan dari Gubermur Kepri H Muhammad Sani.

“Setelah surat izin Gubernur tersebut berada di tangan kita, maka yang bersangkuan (AG) langsung kita panggil untuk menjalani pemeriksaan,” kata Dwita Kumu, kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tanjungpinang, Senin (6/19) lalu.

Dikatakan, sesuai mekanisme, izin pemeriksaan AG dari Gubermur tersebut nantinya turun lebih dulu melalui Polda Kepri, kemudian baru turun dan di kirimkan ke Polres Tanjungpinang.

BACA JUGA  RAPBD-P Tanjungpinang “NAIK 4,34 PERSEN”

“Perkiraan kita, proses pengiriman surat izin itu waktunya paling lama satu minggu. Artinya, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap AG juga kita targetkan dalam satu minggu tersebut, dan tim penyidik langsung saya perintahkan untuk bergerak cepat memanggil yang bersangkutan (AG),” tegas Dwita.

Menyinggung dugaan keterlibatan AG sendiri terhadap kasus penimbunan solar bersubsidi milik nelayan dan tengah menjadi atensi Mabes Polri saat ini, Dwita menyebutkan, perlu pengembangan lebih lanjut untuk mendapati atau melengakapi dua alat bukti yang diperlukan, sebagai orang yang diduga ikut terlibat dan dijadikan tersangka, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Sejauh ini kita masih terus berusaha untuk mendapatkan minimal dua alat bukti yang diperlukan. Hal itu baru sebagian kita dapati, dan masih perlu pendalaman lebih lanjut. Jika sudah cukup bukti, pasti status yang besangkutan kita tingkatkan menjadi tersangka,” ungkap Kapolres.

Disampaikan, dalam proses pemanggilan terhadap AG, penyidik tetap akan melakukan sesuai proses hukum yang berlaku. Pemanggilan pertama dilakukan pada minggu ini.

BACA JUGA  Ini Pandangan Fraksi Tentang “APBD TANJUNGPINANG TA 2018”

Jika yang bersangkutan tidak datang tentu akan dilakukan pemanggilan kedua. Jika pemanggilan kedua juga tidak datang, tegas Dwita, tentu penyidik akan melakukan pemanggilan paksa.(hk/SK-001)

No More Posts Available.

No more pages to load.