Galang Bantuan, Komunitas Sahabat dan Melayu Raya Bagi Paket Sembako

oleh
Komunitas Sahabat Provinsi Kepri bersama Melayu Raya, menggelar bagi paket sembako buat panti jompo dan anak panti. (Foto : Herbert)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Galang Bantuan, Komunitas Sahabat dan Melayu Raya Bagi Paket Sembako

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Komunitas Sahabat Provinsi Kepri bersama Melayu Raya, menggelar bagi paket sembako buat panti jompo dan anak panti, Minggu, (19/1/2020). Paket sembako yang dibagikan ini, berasal dari kegiatan penggalangan dana yang mereka lakukan.

Kegiatan sempena Perayaan Imlek Tahun 2020 dipusatkan di Gereja Bethel Pembaruan KM 50 Desa Sri Bintan.

Ketua Komunitas Sahabat Kepri, Diana, mengatakan, paket sembako yang diberikan dikhususkan Umat Kristen keturunan Tionghoa. Sebentar lagi, mereka akan merayakan Imlek. Tentunya butuh persiapan, seperti pemenuhan sembako.

”Kita ikut merasakan kekurangan mereka. Karena itu, kita galang dana dan belikan aneka jenis sembako yang akan dibagikan ke orang tua penghuni panti jompo,” katanya.

Dengan memberikan bantuan sembako buat warga kita yang kurang mampu walaupun mereka nasrani yang keturunan Tionghua, namun mereka selalu mengikuti tradisi perayaan tahun baru Imlek.

Penyerahan sembako ini, dihadiri ikut para Donatur Kota Tanjungpinang, serta Ketua Melayu Raya Bintan, Muhammad Najib, beserta seluruh pengurus.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Melayu Raya Bintan, Muhammad Najib, mengatakan, kegiatan sosial ini telah sering dilakukan, tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama.

”Kebetulan, tidak lama lagi, warga Tionghoa akan merayakan Imlek. Dan, kita putuskan untuk gelar bagi-bagi sembako buat orang tua kurang mampu,” kata Muhammad Najib.

Kegiatan berbagi ini juga bertujuan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan anak bangsa. Sehingga terciptanya jalinan tali silaturrahmi yang sangat kuat. Bahkan dengan kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan rasa simpati kepada anak bangsa yang memerlukan uluran tangan.

”Kita akan berusaha banyak aksi. Bukan banyak diskusi yang akhirnya praktek di lapangan tidak berjalan maksimal,” katanya.

Salah seorang donatur, enggan namanya dipublikasikan mengatakan, dengan memberi dan berbagi buat orang lain adalah kewajiban semua pihak.

”Kegiatan ini sudah kita lakukan setiap tahun yang tidak pernah mengenal warna kulit, Ras dan suku agama,” katanya. (Wak Obet)