, ,

Gunakan Tali Tambang, Remaja Ini Ditemukan Tewas Tergantung

oleh -2.434 views
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono SH SIK. (Foto : Taufik)
height="100%"

Sijori Kepri, Karimun — Warga Karimun kembali digegerkan kasus bunuh diri. Kali ini terjadi di Paya Rengas, RT 01/RW 02, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Sabtu, (7/3/2020), sekira pukul 20.30 WIB.

Pria putus sekolah, berinisial MFU (17), ditemukan tewas tergantung menggunakan seutas tali tambang nilon di salah satu kayu plafon ruang tamu rumahnya, Paya Rengas RT 01/RW 02, Kecamatan Meral. Tidak jauh dari lokasi kejadian, juga ditemukan kursi kayu sebagai alat tumpu pelaku menunaikan niatnya.

Saat kejadian, orang tuanya, U (48), dan keluarga lainnya tidak berada di rumah. Korban ditemukan tewas setelah U dan keluarga, pulang ke rumah.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono SH SIK, membenar adanya kejadian tersebut dan mengatakan, dari Hasil Olah TKP dan Visum Et Refertum (VER) terdapat tali tambang nilon warna biru yang terikat di kayu plafon atap rumah.Terdapat kursi kayu sebagai alat tumpu berjarak 2,5 meter dari tali tambang nilon warna biru.

“Hasil identifikasi dan pemeriksaan luar (Visum Et Refertum) terhadap korban. Terdapat air seni pada celana pendek berwarna abu-abu yang dipakai oleh MFU, dan terdapat seutas tali dengan alur jerat serong pada leher MFU,” jelasnya

Namun, Perwira ini belum menyampaikan kenapa korban hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Berdasarkan surat penolakan untuk melakukan otopsi, jenazah MFU diserahkan kepada U (Orang Tua Korban),” kata Herie.

Kasat Reskrim menjelaskan, kronologis pada hari Sabtu 7 Maret 2020 pukul 19.45 WIB, U (orang tua korban) pergi keluar rumah menggunakan sepeda motor dan MFU berada di rumah sedang menonton televisi. Kemudian sekira Pukul 20.15 Wib U kembali pulang ke rumah dan kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Karena pintu tidak dibuka oleh MFU, akhirnya U membuka paksa jendela rumah dan mendapati MFU telah tergantung di ruang keluarga, dan seketika itu S (kakek Korban) membuka jeratan tali nilon yang mengikat di leher korban.

“Kemudian U serta P (sepupu koban) menurunkan MFU, dan selanjutnya membawa korban ke RSUD Muhamad Sani – Karimun,” papar AKP Herie Pramono SH SIK. (Wak Fik)

Click to rate this post!
[Total: 5 Average: 5]
banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400