Hakim PHI Putuskan Perkara Perdata Oknum Guru Pelnusa

oleh

– Yayasan Eka Dharma Wajib Bayar Penggugat 24 Juta.

TANJUNGPINANG (SK) — Akhirnya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) memutus sidang gugatan oknum guru Sekolah Pelita Nusantara (PELNUSA) yang merasa dirinya telah dipecat sepihak oleh Yayasan Eka Dharma Milik Desmon Goh, Senin (6/4/2015).

Sebelum kasus ini bergulir ke PHI, penggugat dan tergugat sempat menjalani proses mediasi pada Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang, dengan kesepakatan management sekolah PELNUSA wajib memberikan pesangon dan uang jasa kepada llalia sebagai penggugat sebesar Rp 43 juta, dengan masa kerja 6 tahun sebagai tenaga pengajar disekolah TK milik Pelnusa.

Hingga proses mediasi berjalan beberapa waktu, ketentuan yang ditetapkan Disnaker waktu itu tidak kunjung direalisasikan Pelnusa, hingga proses pengadilan ditempuh penggugat pada 19 Januari 2015 lalu.

Putusan sidang kali ini tetap saja mengabulkan keinginan penggugat dikabulkan majelis hakim dengan ketentuan,pihak tergugat dalam hal ini Pelita Nusantara wajib memberikan hak penggugat sebesar Rp 24 juta, sebagai uang pengganti selama penggugat tercatat sebagai tenaga pengajar disekolah tersebut.

Sidang yang dipimpin Hakim Pengadilan Industrial (PHI) sebagai Ketua majelis Iwan Irawan SH.MH, telah memutus dan mengabulkan gugatan Ilallia, dengan konsekwensi majelis memberikan tenggang waku selama dua minggu setelah keputusan itu dibacakan.

Selain itu, disamping putusan wajib membayar semua hak penggugat, majelis juga memberikan waktu dua minggu kepada tergugat untuk melaksanakan keputusan pengadilan setelah keputusan itu dibacakan.

Mendengar kepeutusan pengadilan tersebut, Ilallia sujud syukur diruang sidang sebagai bentuk rasa syukur mereka karena majelis telah mengabulkan gugatannya.

Lain daripada itu, Ilallia juga berharap agar kejadian pemberhentian secara tidak hormat yang dilakukan PHI terhadap dirinya tidak dialami oleh guru guru lainnya.

Menurutnya, dampak dari pemecatan sepihak yang dilakukan Pelnusa,menyebabkan dirinya sulit untuk mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar disekolah lain.

Menanggapi putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan Ilallia, Jatma sebagai kepala sekolah Pelnusa mengatakan, pihaknya belum menentukan langkah hukum yang akan mereka tempuh.

“Setelah mengikui proses persidangan di PHI belum melakukan rapat dengan pihak yayasan untuk menentukan upaya apapun yang akan dilakukan atas putusan yang memenenangkan Ilallia sebagai penggugat,” katanya. (SK-R.Nst)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.