Hakim Tak Konsekwen, Jaksa Ajukan Banding

oleh

– Terhadap Vonis 4 Tahun Terdakwa Gustian Bayu.

TANJUNGPINANG (SK) -– Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Zaldi Akri SH menyatakan, telah mengajukan banding atas putusan vonis terhadap dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) senilai Rp 1,89 miliar dari APBD Pemko Tanjungpinang tahun 2009 lalu oleh terdakwa Gustian Bayu dalam sidang baru-baru ini.

Ajuan banding tersebut, lanjut Zaldi, karena menilai majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang yang menyidangkan perkara tersebut, tidaK konsekwen dalam membuat surat putusannya.

Dalam sidang, Selasa (3/3/2015) lalu, mantan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Agraria Pemko Tanjungpinang Gustian Bayu, telah divonis selama 4 tahun, ditambah denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim.

Sidang dipimpin Majelis Hakim, Parulian Lumbantoruan SH MH didamping Johni Gultom SH MH dan Patan Riadhi SH MH menyatakan, terdakwa Gustian terbukti bersalah sebagai melakukan serangkaian korupsi secara bersama-sama melakukan pembebasan lahan proyek pengadaan lahan USB senilai Rp 1,89 miliar dari APBD Pemko Tanjungpinang Rp 2,8 miliar tahun 2009 lalu.

BACA JUGA  Riko di Vonis 1 Tahun dan 6 Bulan Penjara

Vonis majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya selama 7 tahun 6 bulan, ditambah denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan penjara.

“Ada beberapa poin yang kita nilai cukup janggal dalam surat putusan majelis hakim tersebut. Salah satunya, menyangkut menempatan pasal yang kita sangkakan kepada terdakwa Gustian Bayu, yakni antara pasal 2 dan 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.,” ungkap Zaldi

Dikatakan, dalam surat tuntutannya, ia telah meyakini terdakwa Gustian Bayu terbukti bersalah melanggar pasal 2 jo Pasal 18 UU tentang Tipikor.

Disamping itu, ia juga meyakini, tindakan yang dilakukan terdakwa dalam perkara ini, setara dengan dilakukan saksi Dedy Chandra, terdakwa dalam perkara yang sama dan sidang terpisah sebelumnya.

Namun dalam putusannya, majelis hakim hanya menyakini terdakwa bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Surat ajuan banding atas vonis terdakwa Gutian Bayu tersebut telah kita sampaikan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang beberapa hari lalu untuk diteruskan ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau di Pekanbaru,” ungkap Zaldi.

BACA JUGA  Lima Tersangka Pengeroyokan Telah di Vonis

Sebagaimana diberitakan, vonis yang dijatuhi oleh majelis hakim tersebut dinilai cukup tinggi oleh terdakwa Gustian Bayu.

Bahkan usai sidang, ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan atas vonis tersebut, terlihat wajah dan mata berkaca-kaca kesedihan, karena merasa tidak bersalah, dan tidak menyangka akan mendapatkan hukuman penjara selama itu.

Hal lebih menyedihkan lagi, ketika membayangkan tentang kelahiran anak keduanya sekitar satu minggu lalu yang tidak bisa disaksikannya.

“Istri saya baru melahirkan satu minggu lalu, namun saya tidak bisa menyaksikannya,” ucap Gustian sambil menyapu air matanya.

Dalam pertimbangan juga menyatakan hal yang memberatkan terdakwa, karena tidak mengakui perbuatannya.

Hal lain, tindakan terdakwa juga dinilai telah bertentangan dengan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana yang tengah digalakkan pemerintah.

“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, dan masih berusia muda, sehingga masih bisa memperbaiki semua kesalahan yang telah dilakukan,” ungkap majelis hakim.

Dalam vonis tersebut, hakim menyebutkan, proses pembebasan lahan USB itu sendiri melibatkan sejumlah saksi.

BACA JUGA  Miliki Sabu, 2 Guru SD di Bintan Dituntut 1 Tahun Penjara

Dalam tugasnya, para saksi dinilai ikut menandatangani semua berita acara rapat dan pertemuan untuk membahas tentang pembebasan lahan USB.

Penandatanganan berita acara itu sendiri juga dinilai telah melanggar tentang peraturan dan perundang-undangan berlaku, meskipun di antara mereka tidak ikut hadir dalam rapat tersebut. (SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.