PENDIDIKANTANJUNG PINANG

Hanafi Ekra: PPDB Online Dapat Memperkecil Kebiasaan Titip Menitip

×

Hanafi Ekra: PPDB Online Dapat Memperkecil Kebiasaan Titip Menitip

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Kepri, Hanafi Ekra. (Foto : Ist)
Calon siswa saat melihat pengumuman PPDB jenjang pendidikan SMA di Tanjung Pinang. (Foto : Dok)

TANJUNG PINANG — Disinggung terkait PPDB Online yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Kepri, Hanafi Ekra, mengatakan sesuai instruksi langsung dari Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad kepada Dinas Pendidikan, pendaftaran online ini dapat memperkecil atau menghindari kebiasaan titip menitip.

Memang, kata Hanafi, saat ini kita dituntut untuk menggunakan pendaftaran secara online, walaupun di beberapa daerah tertentu di Kepri tidak dapat ditetapkan secara 100 %. 

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Mudah-mudahan dengan pendaftaran PPDB secara online ini dapat memperkecil resiko-resiko titip menitip ini. Diharapkan kepada pemerintah dapat belajar dari kasus-kasus PPDB tahun-tahun sebelumnya,” kata Hanafi, di Tanjung Pinang, kemarin.  

Anggota DPRD Kepri Dapil Bintan Lingga ini juga mengharapkan, mudah-mudahan nanti dengan pendaftaran online ini zonasinya terbagi secara merata, sehingga mengurangi penumpukan siswa dan kekurangan bangku dan ruang belajar.

“Jadi, dengan pendaftaran online ini langsung terbagi anak-anak itu ke sekolah-sekolah tertentu sesuai dengan zonasi yang telah disiapkan,” kata Hanafi. 

Diketahui, semangat diselenggarakannya PPDB secara online di Kepri oleh Dinas Pendidikan, adalah instruksi langsung Gubernur Kepri guna menghindari kebiasaan titip menitip, karena merasa dekat dengan orang dalam.

Seperti, karena dekat dengan pejabat dan sebagainya, lalu meminta anaknya dimasukkan ke sekolah tertentu dengan tidak mengindahkan aturan sistem zonasi, prestasi dan afirmasi.

Termasuk mengenai pilihan jurusan di jenjang SMK, banyak mendapatkan aduan dari masyarakat karena didapati calon siswa yang diterima masuk di jurusan yang bukan pilihan utama yang diinginkan. 

Terkait hal hendaknya kepada masyarakat agar memberi kesempatan proses PPDB berjalan hingga selesai. ***

(Red)

Follow