,

Hari Ketiga Pencarian, Akhirnya Ardi Ditemukan dan Dievakuasi Menuju Rumah Duka

oleh
Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi korban Ardi ke rumah duka di Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Karimun — Hari ketiga pencarian korban seorang nelayan bernama Ardi (45) yang diduga tenggelam saat mencari Udang di perairan Pulau Durai, Kabupaten Karimun, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu, (08/01/2022), sekira pukul 14.50 WIB.

Kepala Kantor BASARNAS Tanjung Pinang, Slamet Riyadi, membenarkan Tim SAR Gabungan telah menemukan korban seorang nelayan bernama Ardi yang diduga tenggelam saat mencari Udang di perairan Pulau Durai, Kabupaten Karimun, dalam keadaan meninggal dunia.

“Tim SAR Gabungan menemukan korban ± 2 NM dalam keadaan MD (Meninggal Dunia). Selanjutnya korban dievakuasi menuju Rumah Duka di Tebing, Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, untuk disemayamkan,” kata Slamet Riyadi, Minggu, (09/01/2022).

Dalam pencarian korban, lanjut Slamet Riyadi, Operasi SAR melibat 60 personil terdiri dari Tim Rescue Pos SAR TBK 6 orang, Polair Polda Kepri 5 orang, Polair Polres Karimun 3 orang, Polsek Moro 1 orang, Bakamla Karimun 2 orang, Pos TNI AL 3 orang dam Masyarakat Setempat berjumlah 40 orang.

“Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup seluruh unsur kembali kepangkalannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang nelayan bernama Ardi (45) diduga tenggelam perairan Pulau Durai, Kabupaten Karimun, saat pergi mencari Udang, pada Selasa, (04/01/2022), sekira pukul 22.00 WIB.

Kepala Kantor BASARNAS Tanjung Pinang, Slamet Riyadi, membenarkan tentang Operasi SAR Kecelakaan Kapal Kayu/Pompong terbalik di perairan Pulau Durai, Kabupaten Karimun, pada Koordinat 0°38’10.38″U 103°39’51.23″T. 

“Korban Ardi (45) diduga tenggelam tergulung ombak. Sementara rekan korban atas nama Hanim berhasil selamat dengan berenang ketepian atau perairan dangkal,” kata Slamet Riyadi, Jumat, (07/01/2022).

Kantor BASARNAS Tanjung Pinang menerima informasi kecelakaan ini dari Kades Sanglar, Sandri, pada Kamis, (06/01/2021), pukul 08.45 WIB. 

Mendengar adanya Operasi SAR Kecelakaan Kapal Kayu/Pompong terbalik di Perairan Pulau Durai, Kabupaten Karimun, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Karimun berjumlah 6 (enam) orang personil langsung bergerak ke LKK (Lokasi Kejadian Kecelakaan).

Kronologis kejadian berawal pada hari Selasa, (04/01/2022), sekira pukul 17.00 WIB, korban bersama temannya berangkat dari Pulau Tebing menuju Pulau Bone untuk melaksanakan aktivitas nelayan dengan mencari udang.

Namun sekira pukul 22.00 WIB, akibat cuaca yang kurang baik, sehingga Kapal Kayu/Sampan yang mereka gunakan terbalik karena terkena ombak. 

Rekan korban atas nama Hanim berhasil S (Selamat) dengan berenang ketepian atau perairan yang dangkal. Sementara korban diduga tenggelam tergulung ombak dan hingga saat ini korban belum ditemukan.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pelaksanaan pencarian antara lain, KanSAR Tanjung Pinang, Pos SAR Tanjung Balai Karimun, Polair Polda Kepri, Polair Polres Karimun, Bakamla Karimun, Polsek Moro, HNSI Karimun, dan masyarakat setempat.

“Dalam proses pencarian, unsur SAR Gabungan menggunakan RIB Pos Pencarian dan Pertolongan TBK, SB KP 2004 (Polair Polda Kepri), SB C3 Mini (Milik Masyarakat) dan 8 (delapan) unit Kapal Kayu/Pompong,” pungkas Slamet Riyadi. (R Rich)

No More Posts Available.

No more pages to load.