Hendro dan Waluyo Divonis 4,6 Tahun

oleh

– Korupsi Proyek Pengadaan Bandara Hang Nadim Batam.

TANJUNGPINANG (SK) — Mantan Kepala Bandara Hang Nadim Batam, Hendro Harijono dan Waluyo, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) divonis selama 4 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, dalam sidang, Jum’at (27/03/2015).

Disamping vonis tersebut, majelis hakim Tipikor dalam ruangan siding yang sama juga menjatuhkan hukuman denda kepada Hendro selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rp 400 juta subsider 4 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Waluyo juga dikenakan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan serangkaian tindak pidana korupsi atas pelaksanaan sejumlah proyek pengadaan di Bandara Hang Nadim Batam, berupa pengadaan mesin genset dan lampu runway bandara hingga kegiatan lainnya.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut umun (JPU) sebelumnya terhadap Hendro selama 6 tahun, denda Rp 400 juta subsider 6 bulan penjara. Sedangkan Waluyo dituntut selama 5 tahun, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

BACA JUGA  Mantan Anggota DPRD Natuna Harmain Usman Menangis Dituntut 3,6 Tahun

Majelis hakim menilai, tindak pidana korupsi dilakukan terdakwa secara berulang, saat terdakwa Hendro Harijono menjabat sebagai Kepala Bandara Hang Nadim Batam sejak 2011 hingga 2012. Akibatnya negera mengalami kerugian sebesar Rp 5 miliar.

Jalannya sidang kedua terdakwa berlangsung secara terpisah, dalam ruangan sidang, termasuk JPU dan dipimpin majelis hakim yang sama, yakni Parulian Lumbantoruan SH MH.

Hakim mengatakan, dalam sejumlah kegiatan pada proyek tersebut, Hendro menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sedangkan Waluyo menjabat sebagai PPK.

“Berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, perbuatan kedua terdakwa telah memenuhi unsur-unsur Pasal 2 ayat (1) UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ucap majelis hakim.

Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim lebih dulu melakukan pertimbangkan tentang hal yang memberatkan bagi terdakwa Hendro yaitu, perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, menguntungkan orang lain yang merugikan negara, dan seorang pejabat yang seharusnya menjadi teladan bagi bawahannya.

BACA JUGA  Azhari Angkat Bicara Terkait Bantahan PU Anambas

Hal lain yang memberatkan terdakwa lanjut hakim, perbuatan terdakwa dinilai telah menguntungkan orang lain, sekaligus melanggar peraturan dan program yang dilaksanakan pemerintah tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Hal yang meringankan, terdakwa Hendro dan Waluyo belum pernah dihukum. Kami meyakini terdakwa bersalah sebagaimana dakwaan Primer dengan tuntutan selama enam tahun penjara,” kata hakim.

Dalam perkara yang sama, perusahaan kontraktor dalam pengadaan barang di Bandara Hang Nadim Batam dalam kasus ini adalah PT Mandala Dharma Krida. Direkturnya Utamanya Idit Mujijat Tulkin (61) masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

Idit diduga ikut menikmati uang negara saat mengerjakan proyek pengadaan dan pemasangan genset di Bandara Hang Nadim Batam. Namun, uang itu sudah dikembalikan Idit ke Kejari Batam, beberapa hari lalu.

Idit diduga secara bersama-sama Hendro Harijono, Waluyo, dan Direktur CV Indihang Kuring Agus Mulyana (DPO), sejak November 2011 sampai Oktober 2012, bersama-sama melakukan tindak pidana untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara.

BACA JUGA  [OPINI] Prinsip Penerapan Manajemen Risiko Dalam Proyek

Dalam pelaksanaan proyek pengadaan mesin genset dan lampu runway Bandara Hang Nadim dari yang sudah ditetapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Dalam proses lelang, pemenang tender proyek ini adalah CV Indihang Kuring.

Namun proyek ini dikerjakan oleh PT Mandala Dharma Krida. Dalam pengerjaaanya, proyek ini tidak dikerjakan oleh orang yang berkualifikasi dibidangnya dan tanpa didampingi tim ahli. (SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.