,

Ini Kronologis ABK Tewas Tenggelam

oleh
Ini Kronologis ABK Tewas Tenggelam 1
Tim SAR Gabungan pencarian Jasad Fendi, Anak Buah Kapal (ABK), yang dinyatakan hilang setelah berantam dengan sesama ABK, di pelabuhan rakyat Kawal, Kabupaten Bintan. (Foto : Tim SAR Tanjungpinang)
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Ini Kronologis ABK Tewas Tenggelam

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bintan melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Kijang, telah melakukan penyelidikan terhadap kasus perkelahian dua Anak Buah Kapal (ABK), Fendi dan Anas. Dalam insiden ini, Fendi, jatuh ke laut dan dinyatakan tewas, pada keesokan harinya.

Kapolsek Gunung Kijang, IPTU Ngatno, diminta keterangan mengatakan hasil penyelidikan, diperoleh keterangan kronologis kejadian berawal beberapa ABK berkumpul dan menenggak minuman keras.

”Kapal mereka tengah merapat. Karena tidak ada kerja, para ABK ngumpul dan menenggak minuman keras,” terang Ngatno.

Sedang asik minum, tiba-tiba dua ABK beda kapal, diketahui bernama Fendi dan Anas, terlibat perkelahian. Dalam pertikaian ini, Fendi, terjatuh ke laut di sekitar bibir pelabuhan Kawal. Beberapa temannya, langsung berusaha melakukan pertolongan.

Namun, entah apa sebabnya, Fendi tidak mau ditolong. Padahal, temannya telah melemparkan tali, agar ia bisa ditarik ke atas.

”Usaha temannya untuk menolong korban, tidak ditanggapi. Ia malah berenang ke lokasi lainnya yang tidak terlihat,” kata Ngatno.

Melihat kondisi korban tidak apa-apa, lantas temannya pergi meninggalkan lokasi. Mereka beranggapan, korban bisa menyelamatkan diri.

”ABK lainnya pergi meninggalkan lokasi untuk beristirahat,” tuturnya.

Beberapa saat kemudian, teman-teman korban, kembali lagi ke lokasi. Mereka khawatir, korban tidak kunjung tiba ke kapal. Upaya pencarian pun dilakukan. Merasa khawatir terjadi apa-apa, lantas salah seorang teman korban melaporkan kejadian ini ke warga setempat. Selanjutnya, insiden ini juga dilaporkan ke aparat polisi dan warga setempat.

”Akhirnya, polisi turun ke lapangan. Beberapa ABK diminta keterangan,” kata Ngatno. Keesokan harinya, Senin, (30/9/2019), sekira pukul 10.10 Wib, korban dinyatakan tewas tenggelam. (Wak Obet)

banner 4921x615

banner 1280x160

banner 740x400

banner 1280x157

banner

banner 1050x130 banner 2560x472

banner 740x400

banner