,

IP2MN Jakarta, IPMKN Yogya, dan STAI Natuna “GELAR DISKUSI SANTAI”

oleh
IP2MN Jakarta, IPMKN Yogya, dan STAI Natuna “GELAR DISKUSI SANTAI” 1
Para Mahasiswa IP2MN Jakarta, IPMKN Yogya, diskusi bersama Mahasiswa STAI Natuna. (Foto : Bernard Simatupang)
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

IP2MN Jakarta, IPMKN Yogya, dan STAI Natuna “GELAR DISKUSI SANTAI”
– Mengkritik Pemerintah Harus Santun.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Untuk menjalin silaturahmi dan saling berbagi cerita antar mahasiswa, Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Natuna (IP2MN) Jakarta, menggelar diskusi santai bersama mahasiswa dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna (IPMKN) Yogyakarta dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna.

Diskusi yang juga dihadiri oleh salah seorang tokoh pemuda Natuna, Dede Muhammad Ramli, tersebut, berlangsung di Elena Cafe, Jalan DKW. Muhammad Benteng, Ranai, Selasa, (26/06/2018), malam.

Dalam diskusi tersebut mereka memaparkan, bahwa seorang mahasiswa seharusnya memiliki daya kritis yang tinggi terhadap setiap kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah, baik ditingkat daerah maupun pusat. Artinya, kritis yang dimaksud harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan berdampak terhadap masyarakat luas.

Ketua IP2MN Jakarta, Indra Hermawan menegaskan, bahwa seorang Mahasiswa seharusnya tidak perlu ikut campur masalah pribadi seseorang, seperti isu tentang istri kedua Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, yang berstatus sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang saat ini sedang santer diperbincangkan di Media Sosial (Medsos).

Ketua IP2MN Jakarta bersama mahasiswa lainnya, saat memberikan pandangan mereka menyingngung tentang informasi yang mereka dengar akan ada aksi turun kejalan yang akan dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Natuna di Tanjungpinang, untuk memprotes kasus ASN yang menjadi istri kedua Bupati.

“Seharusnya ini tidak perlu terjadi, karena ini masalah pribadi seseorang, kecuali kalau masalah kebijakan Pemerintah dan berdampak terhadap masyarakat banyak, ya silahkan saja, kami pun mendukung,” ungkap Indra Hermawan, kepada sejumlah awak media.

Menurut mahasiswa semester IX, jurusan Air Transport Management, di Institusi Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, tersebut, menuturkan, bahwa saat ini banyak mahasiswa yang mulai hilang arah dan etika. Pasalnya, masih terdapat beberapa oknum mahasiswa yang memberikan kritik tanpa didasari data dan fakta yang jelas.

“Seharusnya mahasiswa itu jika ingin mengkritik, harus punya data, punya perbandingan dan harus bisa memberikan solusi. Dan yang perlu diingat, bahasanya juga harus santun, agar bisa memberikan cerminan sebagai mahasiswa yang terpelajar. Kami ingin kawan-kawan kita mahasiswa kembali ketujuan awal. Jadi hal pribadi seseorang seperti itu tidak perlu diurusi,” tegasnya.

Indra Hermawan menambahkan, bahwa dirinya bersama mahasiswa lainnya tidak ingin, jika aksi sekelompok mahasiswa yang akan turun ke jalan, ditunggangi oleh kepentingan politik. Mengingat saat ini memasuki tahun politik, yang tidak menutup kemungkinan akan melibatkan mahasiswa untuk kepentingan kelompok tertentu.

Sementara itu tokoh pemuda Natuna, Dede Muhammad Ramli, menuturkan, seharusnya para mahasiswa juga harus memikirkan keluarga mereka yang telah membiayai mereka kuliah, dan jangan hanya sibuk dengan sesuatu yang dapat merugikan diri mereka sendiri.

“Boleh turun kejalan, kalau menyangkut hajat orang banyak. Tapi pikirkan juga kuliah mereka, jangan sampai nanti mereka menjadi mahasiswa abadi. Kan kasian juga keluarganya,” saran pemuda yang juga merupakan Ketua Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Natuna. (nard)

 

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner