Irianto (Kakan Satpol PP) : Masa Orang Bersalah Kita Bantu

oleh

– Terkait Penangkapan Anggota Satpol PP Yang Terlibat Narkoba

TANJUNGPINANG (SK) — AS (35) selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kini harus berurusan dengan pihak Kepolisian terkait Narkoba dan sudah lama menjadi Target Operasi (TO), namun baru dilakukan penangkapan oleh Tim Khusus (Timsus) Polres Tanjungpinang, beberapa waktu lalu, di Jalan Sei Jang depan Hotel Bali, (4/6/2015) sekitar pukul 13.00 WIB.

Satpol PP dimana harus menjadi petugas yang mengamankan dalam berbagai kasus dalam masyarakat, baik dalam pengguna ataupun pengedar Narkoba, kali ini selaku aparat yang harus memberi contoh baik kepada warga justru berbalik arah di mana salah satu petugas Satpol PP sendiri memiliki pekerjaan sampingan sebagai Pengedar Narkoba di wilayah Tanjungpinang.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Irianto saat di Konfirmasi Sijori Kepri melalui Via telefon mengatakan, belum dapat laporan dari Polisi apakah AS ini sebagai pemakai atau pengedar, dan kalau kita lihat sehari-hari dia (AS) selalu bekerja sesuai aturan dan menjalankan semua apa yang menjadi tanggung jawabnya setiap hari. Kalau memang dia pemakai kita tidak tahu dimana menggunakannya, apakan saat waktu luang atau kapan kita tidak tahu sama sekali, yang jelas saat bekerja AS selalu ada dan tidak pernah melanggar aturan yang sudah dibuat Kantor.
“Kalau memang AS pemakai kita akan lakukan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BBN), tapi kalau memang dia sebagai pengedar berarti itu sudah perilaku yang sangat jahat dan harus diproses sesuai Undang-Undang yang ditentukan. Dan kita juga akan melakukan sangsi sesuai aturan Pemerintah Kota (Pemko) terkait Pegawai yang melakukan kriminal,” terangnya.
Untuk upaya bantuan hukum, bagi pegawai yang tersandung Hukum sudah disiapkan. Bagi pegawai yang kiranya bisa dibantu, kita akan bantu melalui Korps Pegawai Negeri tapi, kalau sudah bersalah buat apa kita beri bantuan hukum.
“Masa orang bersalah kita bantu, kita ikuti aja aturan yang berlaku,” ujarnya lagi.
Terkait Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang baru dikeluarkan untuk PNS yang berurusan dengan Hukum Maksimal Dua Tahun, akan dilakukan Pemecatan dimana tahun-tahun yang lalu, SOP berlaku yang berurusan dengan Hukum Lima Tahun baru dilakukan pemecatan namun, berbeda dengan aturan SOP yang berlaku untuk saat ini.
“AS pegawai staf biasa dia ditugaskan di kantor Satpol dilantai dua dan istrinya juga bekerja di kantor yang sama. Namun Istri AS hanya bekerja sebagai Honor saja, saat istrinya tahu suaminya ditangkap polisi, dia langsung Histeris nangis, karena tidak menyangka kalau suaminya ini berurusan dengan narkoba dan sekarang di tahan Polisi,” tutup Iriyanto. (SK-YUL)

LIPUTAN TANJUNGPINANG : YULIATA
EDITOR : RUSMADI

BACA JUGA  5 Tahanan Rutan Batam “BERUSAHA KABUR”

Seorang Oknum Satpol PP Tanjungpinang Ditangkap Polisi (Photo : SYAJARUL RUSYDY)
Seorang Oknum Satpol PP Tanjungpinang Ditangkap Polisi
(Photo : SYAJARUL RUSYDY)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.