BATAM

Jadi Khatib Sholat Idul Adha 1445 H, Gubernur Ansar Ahmad Tekankan Pentingnya Sensitivitas Sosial

×

Jadi Khatib Sholat Idul Adha 1445 H, Gubernur Ansar Ahmad Tekankan Pentingnya Sensitivitas Sosial

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menjadi khatib Sholat Idul Adha 1445 H di Lapangan Usman Harun (Masjid At-Thoriq), Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. (Foto : Ist)
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad jadi khatib Sholat Idul Adha 1445 H di Lapangan Usman Harun (Masjid At-Thoriq), Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. (Foto : Ist)

BATAM — Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melaksanakan Sholat Idul Adha 1445 H/2024 M tingkat Provinsi Kepri di Lapangan Usman Harun (Masjid At-Thoriq), Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Bersama ratusan masyarakat Kota Batam yang hadir sejak pukul enam pagi pada hari Senin (17/6/2024), Gubernur Ansar bertindak sebagai Khatib, sementara Ustadz Duduy Sa’dullah bertindak sebagai Imam.

Sholat Idul Adha di Lapangan Usman Harun (Masjid At-Thoriq) tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri, jajaran Pimpinan OPD Provinsi Kepri, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum jamaah Masjid At-Thoriq, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Gubernur Ansar Ahmad Mengawali khotbahnya dengan mengajak masyarakat yang hadir untuk selalu bertakwa kepada Allah, karena takwa merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT sebagai seorang hamba.

“Marilah kita sebagai umat muslim untuk sama-sama meningkatkan amal ibadah dan takwa kita, karena ketakwaan adalah salah satu ciri kita sebagai umat yang taat kepada Allah SWT,” ujarnya.

Gubernur Ansar Ahmad juga menyoroti dimensi sosial dari ibadah kurban. Ia menekankan pentingnya sensitivitas sosial dan kesadaran terhadap masalah-masalah mendasar dalam kehidupan, seperti kemiskinan dan ketidakmampuan. Ia mengajak umat Muslim untuk menjadikan ibadah kurban sebagai manifestasi konkret dari kepekaan sosial dan kasih sayang terhadap sesama.

“Kita harus meninggalkan dan menjauhkan semua keburukan yang ada di hati kita, karena jika kita memeliharanya, hal itu akan melahirkan kesombongan dan keangkuhan. Pemotongan hewan kurban merupakan simbol pengorbanan kita untuk membuang jauh sifat-sifat yang tidak terpuji. Inti dari ibadah kurban adalah ketulusan dalam ketaatan, pengabdian, dan cinta hamba kepada Allah SWT,” ujar Gubernur Ansar.

Selain itu, Gubernur Ansar Ahmad juga mengingatkan tentang sosok Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar. Ia mengambil contoh pengorbanan dan keikhlasan mereka dalam menjalankan perintah Allah SWT sebagai teladan bagi umat Muslim dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT dan menjadi panutan yang pantas bagi anak muda dalam menjalani hidup.

Gubernur Ansar Ahmad mengakhiri khotbahnya dengan mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan nilai-nilai aqidah Islamiyah, moral, dan akhlak yang harus ditegakkan.

“Dengan semangat berkurban, momentum Idul Adha ini dapat menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk memberikan kontribusi yang lebih besar sesuai dengan profesi dan statusnya, dalam menjadi hamba-hamba yang terbaik di hadapan Allah SWT,” tutup Gubernur Ansar Ahmad.

Penyerahan Hewan Kurban Gubernur

Usai melaksanakan Sholat Idul Adha bersama masyarakat, Gubernur Ansar Ahmad turut menyerahkan bantuan satu ekor sapi kepada Pengurus Masjid At-Thoriq sekaligus menyaksikan penyembelihan sapi tersebut. Sapi yang diberikan kepada pengurus masjid At-Thoriq merupakan satu dari puluhan sapi yang sudah dibagikan Gubernur kepada masjid-masjid terpilih yang terdapat di Kepulauan Riau.

Pembagian sapi untuk kurban ke masjid di Kepulauan Riau merupakan kegiatan yang rutin dilakukan Gubernur Ansar semenjak dilantik menjadi Gubernur Kepulauan Riau. ***

(mam)

Follow