Jaksa Ajukan Banding Vonis Arif Jumana Cs

oleh

– Oknum DPRD Bintan Terlibat Narkoba.

TANJUNGPINANG (SK) — Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, resmi mengajukan banding atas vonis 6 bulan rehabilitasi yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negri (PN) Tanjungpinang terhadap Arif Jumana Sar’an, Oknum anggota DPRD Kabupaten Bintan, dan dua rekan wanitanya Sherli dan Suhartini, terdakwa kasus narkobka golongan 1 jenis shabu.

Dalam sidang, Rabu (11/03/2015) lalu, majelis hakim dipimpin Parulian Lumbantoruan SH didampingi Fathul Mujib SH MH dan Eriusman SH telah memberikan vonis kepada masing-masing terdakwa selama 6 bulan rehabilitasi di Panti Rehab Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kepri di Batam.

Ketiganya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Efan Apturedi SH sebelumnya selama 10 bulan rehabilitasi di Panti Rehap BNP Kepri di Batam.

“Kita menilai, bahwa ajuan banding yang kita lakukan atas vonis terhadap Arif Jumana CS oleh majelis hakim PN tersebut, karena tidak mencerminkan rasa keadilan sebagaimana layaknya,” ucap Rabuli Sanjaya SH, salah seorang tim JPU yang menangani perkara tersebut, kemaren.

Rabuli mengatakan, surat dan berikut ajuan banding terhadap vonis Arif Jumana CS tersebut telah disampaikan kepada pihak PN Tanjungpinang, sejak Rabu (18/03/2015) lalu, untuk diteruskan ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau di Pekanbaru.

BACA JUGA  Sedang Berdiri di Depan PT TENJI Pemilik Ekstasi Diringkus di Batam

“Semua berkas dan surat ajuan banding atas perkara tersebut, telah kita masukan ke PN Tanjungpinang sejak beberapa hari lalu,” ucapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang alasan lain atas pengajuan banding vonis Arif Jumana CS tersebut, Rabuli enggan memberikan penjelasan, karena menyangkut materi berkas berita acara (BAP) banding yang ia lakukan.

“Menyangkut alasan lainya, sudah kita tuangkan dalam berkas tersebut, jadi kita lihat saja, apa putusan dari PT nantinya,” ucap Rabuli.

Terpisah, salah seorang anggota Panitera PN Tanjungpinang, membenarkan adanya surat dan berkas ajuan banding dari JPU atas vonis terhadap Arif Jumana CS tersebut.

“Memang berkas ajuan banding dari JPU sudah kita terima, dan secepatnya akan kita kirim ke Pengadilan Tinggi Riau di Pekanbaru,” ucap anggota Panitera PN tersebut.

Sebagaimana diberitakan, berdasarkan fakta hukum dalam persidangan, serta diperkuat keterangan sejumlah saksi, maka majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah dalam penyalahgunaan narkotika.

Sebelum vonis tersebut, hakim lebih dulu mempertimbangkan terhadap hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

BACA JUGA  Warga Perumahan Oktaviari Berharap Pemkab Bangun Sumur Bor

“Hal memberatkan terdakwa, karena tidak mendukung progam pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana menyalahgunaan narkoba,” ungkap majelis hakim.

Sementara hal yang meringankan bagi terdakwa, karena belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbutanya, masih berusia muda, sehingga masih bisa memperbaiki kesalahannya, serta memiliki tanggungan keluarga.

Jalannya sidang vonis perkara narkoba yang dilakukan ketiga terdakwa tersebut berlangsung secara terpisah dalam ruangan serta majelis hakim yang sama.

“Mengingat dakwaan yang diajukan oleh JPU, yakni menggunakan pasal tunggal Pasal 127 jo Pasal 55 KUHP, undang undang Narkoba nomor 35 tahun 2009 kami selaku selaku majelis hakim berpendapat, bahwa perbutan terdakwa, telah terbukti bersalah melakukan tidak pidana penyalahgunaan narkotika,” ucap majelis hakim.

Sebagaimana diberitakan, Arif Jumana ditangkap anggota Satnarkoba Polres Bintan di kawasan Kolam Renang, Sei Lekop Bintan, bersama dua rekan wanitanya, Suhartini dan Sherli (warga sipil), Minggu (09/11/2014) lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan paket shabu dan alat hisap.

Dalam sidang, Arif Jumana mengaku telah menggunakan shabu sejak satu tahun lalu sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Bintan.

BACA JUGA  Masyarakat Tanjung Uban “ANGKAT BICARA”

Ia mengaku mengkonsumsi barang haram tersebut untuk meningkatkan stamina, termasuk gairah seks dalam berhubungan intim dengan istrinya.

“Saya baru gunakan shabu setelah menjadi anggota dewan. Karena aktifitas terlalu tinggi, sehingga untuk menghilangkan kelelahan dan keletihan, maka saya coba mengkunsumsi narkoba jenis shabu. Dan hasilnya memang ada saat itu,” alasan Arif dalam keterangan dihadapan majelis hakim dalam sidang PN Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Hal lain, juga diakui Arif, bahwa penggunaan shabu tersebut dilakukan sekitar 20 kali dalam setahun. Ia mendapatkan sabu itu dari rekannya, warga Tanjungpinang, bernama Apeng. Ia membelinya seharga Rp 5 juta untuk ukuran satu paket, seberat sekitar 2 gram.(SK-APN)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.