Jual ABG Kepada Pria Hidung Belang, Janda Muda Ini Ditangkap

oleh
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, saat menyampaikan keterangan pers terkait eksploitasi anak dibawah umur kepada Wartawan. (Foto : Ist)

Meranti, Sijori Kepri — Seorang janda muda berinisial SI (20) diduga telah melakukan eksploitasi (menjual anak) dibawah umur atau Anak Baru Gede (ABG) berinisial KS (16) kepada seorang pria hidung belang di Kota Pekan Baru, berhasil diringkus Tim Opsnal dan Unit PPA Satreskrim Polres Kepulauan Meranti, saat pelaku sedang berada di salah satu penginapan tidak jauh dari Jam Gadang, Bukit Tinggi.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, mengatakan, pengungkapan kasus eksploitasi anak dibawah umur berdasarkan laporan dari orang tua korban.

Adapun modus operandi pelaku, memanfaatkan jasa orang lain untuk mendapatkan keuntungan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pelaku SI diketahui berstatus sebagai seorang janda muda, warga Jalan Insit, Gang Johar, Desa Insit Kecamatan Tebingtinggi Barat. Dan tersangka saat ini sudah kita amankan di Mapolres. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda sebesar Rp 300 juta,” kata Kapolres Andi, didampingi Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Robet Arizal, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Arpandy, dan Pekerja Sosial (Peksos) Kepulauan Meranti, Erma Indah Fitriana, kepada Wartawan, di Lobby Mapolres, Selasa, 9 Agustus 2022, pagi.

Kronologis kejadian berawal pada hari Senin 7 Juli 2022, sekira pukul 12.30 WIB, dimana pelaku SI melalui pesan WhatsApp mengajak korban berinisial KS (16) untuk mengikutinya ke kota Pekan Baru.

Lalu, pada Senin, 11 Juli 2022, sekira pukul 10.00 WIB, pelaku langsung mendatangi tempat kosnya KS di Jalan Rintis, Gang Kencana, Kelurahan Selat Panjang Selatan dan kembali mengajak korban untuk berangkat ke kota Pekan Baru, dengan biaya keberangkatan ditanggungnya.

BACA JUGA :  Buruan !!! Hari Ini Terakhir Pendaftaran SIPSS Polri

Korban pun menerima ajakan pelaku dan selanjutnya sekira pukul 13.00 WIB, mereka berdua membeli perlengkapan selama perjalanan menuju kota Pekan Baru.

Kemudian pada pukul 14.00 WIB, pelaku bersama korban ke pelabuhan Tanjung Harapan, Selat Panjang dan menunggu keberangkatan kapal penumpang KM Jelatik dengan tujuan kota Pekan Baru pada pukul 16.00 WIB.

Pelaku dan korban tiba di kota Pekan Baru pada Selasa, 12 Juli 2022, pukul 08.00 pagi. Keduanya langsung menuju kos pelaku di Jalan Yos Sudarso, Rumbai.

Selanjutnya, pada malam harinya sekira pukul 22.00 WIB, pelaku menyuruh korban untuk bersiap-siap karena akan melayani tamu pria untuk melakukan hubungan seksual.

Tak berselang lama, keduanya pergi ke lokasi pertemuan, dengan tamu yaitu di depan Mall SKA Pekan Baru dengan menggunakan transportasi online.

Sesampainya ditempat yang dijanjikan dan bertemu dengan tamu pria tersebut, korban dibawa pergi menuju salah satu Hotel di Jalan Soekarno Hatta.

“Disana korban melakukan hubungan seksual layaknya suami istri dengan pria hidung belang itu dengan diberikan upah atau bayaran uang sejumlah Rp 1.000.000,” ungkap Kapolres.

Setelah selesai melayani pria itu, korban dijemput oleh pelaku untuk kembali ke kosnya. Sesampainya di kos, pelaku meminta uang bagiannya yang telah memberikan atau mencarikan tamu pria kepada korban sejumlah Rp 200.000.

Mendapat informasi keberadaan pelaku, kemudian pada hari Kamis, 28 Juli 2022 sore, tim Opsnal dan Unit PPA Satreskrim Polres Kepulauan Meranti melakukan Undercover dengan maksud mendatangkan korban KS agar bisa datang ke Hotel F di Pekan Baru.

BACA JUGA :  Kelompok Rentan dan Lansia Dapat Himbauan dari Polres Meranti

“Lalu, sekira pukul 20.00 WIB, korban tiba dikamar Hotel F. Di dalam kamar, tim Opsnal beserta anggota Unit PPA melakukan interogasi terhadap korban. Disana, korban menjelaskan bahwa dia dibawa oleh pelaku SI dan tinggal di kosnya di Jalan Yos sudarso Rumbai, Kota Pekan Baru, dengan maksud dipekerjakan untuk melayani panggilan atau tamu pria melakukan hubungan suami istri (seksual/asusila) dengan menerima imbalan berupa uang yang akan dibagi dua dengan pelaku,” ujar Kapolres.

Berdasarkan informasi dari korban, bahwa pelaku sedang berada di kosnya, tim Opsnal dan anggota Unit PPA melakukan pengejaran. Namun pelaku tidak berada di tempat.

Tim kemudian mendapatkan informasi, jika pelaku sudah melarikan diri ke kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Lalu melakukan pengejaran pada Jumat 29 Juli 2022, sekira pukul 01.00 WIB.

Kemudian pada pukul 02.30 WIB, Tim mendapat informasi bahwa pelaku SI sedang berada di salah satu penginapan tidak jauh dari Jam Gadang, Bukit Tinggi.

Setelah dilakukan pengejaran, akhirnya tim berhasil mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolres Kepulauan Meranti.

“Dari pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit handphone merek Iphone 13 Promax warna gold, 1 (satu) unit handphone merek Realme C 11 warna biru, 1 (satu) helai celana jeans pendek warna biru merk Pull and Bear, 1 (satu) helai celana panjang warna hitam, 1 (satu) helai tank top warna hitam, 1 (satu) buah cincin dengan berat 0,7 gram (50 Karat),” ujar Kapolres.

Atas kasus tersebut, Pelaku dikenakan Pasal 76F Jo Pasal 83 jo Pasal 76I Pasal 88 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintahan Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

BACA JUGA :  KPU dan Polres Bintan Gelar Simulasi TPS Sesuai Protokol Kesehatan

Sementara itu, Pekerja Sosial (Peksos), Erma Indah Fitriana, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polres Kepulauan Meranti yang telah berhasil mengungkap kasus ini.

“Saya dari Pekerja Sosial melakukan pendekatan kepada korban untuk dilakukan psikologis sosial. Melihat kondisi korban saat ini sudah membaik, dan selanjutnya korban bisa mengikuti aktivitas seperti biasanya,” jelas Erma.

Lebih lanjut, pihaknya menghimbau kepada orang tua untuk selalu menjaga dan memperhatikan anak-anak di rumah maupun di luar rumah.

“Jangan membiarkan anak-anak tanpa pengawasan, karena itu dapat menimbulkan hal yang merugikan. Contohnya seperti kasus tindak pidana perdagangan anak ini. Kemudian, apabila mendapatkan informasi tentang masalah seperti ini agar segera melaporkan ke pihak berwajib,” pesan Erma. (Luk)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.