,

KA LAPAS : Narkoba Merupakan Bentuk Penjajahan Model Baru

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

BATAM (SK) — Woooiiii ada orang mati over dosis di Hotel. Woooiii tadi ada orang kecelakaan mati di tempat karena lagi on. Konsumsi obat terlarang dan lain – lain. Begitulah kabar memilukan yang sering terdengar atau terbaca di beberapa media masa Batam akhir-akhir ini.

“Narkoba di Batam semakin merajalela. Itulah buktinya,” bisik warga menanggapi.

“Perangi narkoba dengan caramu sendiri, itu akan lebih baik. Berhenti konsumsi narkoba oleh karena kesadaran diri. Itu akan lebih berarti. Agar narkoba tidak akan pernah menyentuh dirimu lagi. Sehingga kamu tidak akan pernah kembali lagi kemari,” begitulah pesan Bina Mental Kepala Lapas Farhan Hidayat Bc.IP.S.sos.MS kepada Para Napi yang berada di bawah pengawasannya.

Dikatakan, Narkoba merupakan bentuk penjajahan model baru terhadap diri manusia dan juga bangsa. Narkoba bisa mematikan jiwa raga bagi siapapun pemakainya. Dan mendatangkan bahaya bagi semuanya, baik itu pemakai dan pengedar serta pemasoknya.

“Narkoba bisa melumpuhkan pikir seseorang. Otak rusak di buatnya,” lanjut Farhan menyampaikan nasehatnya kepada para Napi.

Ditambahkan lagi oleh Farhan, bahwasanya Narkoba merupakan bentuk penjajahan baru yang berakibat pada matinya pola pikir seseorang. Ini yang lebih berbahaya dari penjajahan bentuk apapun.

“Oleh karenanya perangi narkoba dengan serius, jangan hanya teori saja. Nyatakan perang pada narkoba dari mulai diri pribadi dan keluarga,” pintanya.

Dia menghimbau, agar narkoba ini dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Perangilah narkoba mulai dari diri pribadi. Walaupun ada yang menjualnya, ya kita tidak perlu lah beli.

“Narkoba memang kasus yang paling banyak menyeret warga Batam masuk ke Lapas ini. Ada sekitar 63 % sendiri kasus narkoba, yang lain kasus gado-gado. Pencurian, penganiayaan, penipuan dan lain-lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Aktifis Kota Batam yang gencar menyoroti kasus narkoba Herry Marhat, mempertanyakan tentang kinerja para pihak terkait di Batam ini dalam hal perangi narkoba. Baik itu Pemerintah Kota Batam sendiri maupun DPRD atau Polda Kepri ataupun Polresta dan juga BNN.

“Saya tidak begitu paham. Tangkap dan tangkap. Tapi tangkap yang bagaimana. Kenyataannya narkoba jadi kasus terbanyak di Rutan dan Lapas ini,” cetusnya.

Disampaikan oleh Herry Marhat selanjutnya, bahwa para pihak terkait tersebut juga merupakan para pihak yang seharusnya ikut bertanggugjawab terhadap banyaknya terjadi kasus over dosis pembawa maut.

“Korban over dosis mati sia-sia di kamar hotel. Ngeri….,” pungkasnya. (SK-Nda/Fik)

LIPUTAN BATAM : NDORO AYU/TAUFIK
EDITOR : RUSMADI

Kepala Lapas Batam Farhan Hidayat Bc.IP.S.sos.MS.(Photo : Ndoro Ayu)
Kepala Lapas Batam Farhan Hidayat Bc.IP.S.sos.MS.
(Photo : Ndoro Ayu)
Aktifis Kota Batam yang gencar menyoroti kasus narkoba Herry Marhat.(Photo : Ndoro Ayu)
Aktifis Kota Batam yang gencar menyoroti kasus narkoba Herry Marhat.
(Photo : Ndoro Ayu)
Jauhkan Generasi Penerus Bangsa Dari Jangkauan Narkoba.(Photo : Taufik)
Jauhkan Generasi Penerus Bangsa Dari Jangkauan Narkoba.(Photo : Taufik)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner