Kapolres Bintan : Pola Transaksi Sindikat Narkoba “BERUBAH”

oleh
Kapolres Bintan : Pola Transaksi Sindikat Narkoba “BERUBAH” 1
Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang dan Kepala BNK Tanjungpinang, A Hasyim P. (Foto : Wak Tar)
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Kapolres Bintan : Pola Transaksi Sindikat Narkoba “BERUBAH”
– Terkait Larinya Pemilik 5 Kg Sabu-Sabu.

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Usai pemusnahan Barang Bukti (BB) 8 Kg Sabu yang bersumber dari hasil tangkapan di Bintan, Jum’at, (22/06/2018) pagi, Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang, menyampaikan bahwa penyebab belum tertangkapnya pemilik 5 kg sabu di Simpang Tiga Bintan Bunyu, Kecamatan Teluk Bintan, Sabtu, (02/06/2018) lalu, dikarenakan adanya kemungkinan perubahan pola transaksi dari pelaku.

“Segala sesuatunya sudah kita siapkan dengan baik, namun skenario pelaku yang sudah lama diikuti ternyata berubah. Sehingga pelaku bisa melarikan diri dan meninggalkan barang bukti tersebut. Intinya, semakin dilakukan pengawasan para sindikat narkoba makin pintar. Dimana saat akan bertransaksi para pelaku menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Sebagai antisipasi ke depan, karena Bintan sampai saat ini masih menjadi wilayah lintasan peredaran narkoba. Maka akan dilakuan peningkatan pelatihan dari personil kita, dan Polri akan meningkatkan kerjasama dengan seluruh instansi lain yang terkait, secara rutin.

“Pelabuhan tikus di Bintan akan ditingkatkan pengawasannya, agar dapat meminimalisir peredaran narkoba di wilayah Bintan, dan berdasarkan pengakuan dari tersangka yang membawa sabu 3 kg, bahwa asal sabu tersebut dari negara Malaysia,” ucap Boy.

Kepala BNK Tanjungpinang A Hasyim P, saat pertemuan tersebut juga mengatakan, bahwa pemberantasan peredaran narkoba sudah tertata rapi, dimana selain dilakukan secara parsial juga harus dilakukan secara bersama-sama, dimana juga melibatkan seluruh unsur, tidak hanya unsur dari pemerintah, tokoh agama namun juga tokoh masyarakat harus ikut berperan untuk pencegahan dan pemberantasa peredarannya.

Narkoba adalah musuh kita bersama, bukan hanya musuh negara, untuk itu perlu dilakukan pemberantasannya secara bersama-sama.

“Dilakukan bersama saja, masih ada celah, apalagi hanya secara parsial, dan apa yang terjadi hari ini adalah bukti, bahwa daerah Bintan khususnya tidak steril dari bahaya narkoba. Sehingga harus dijadikan musuh kita bersama,” tutupnya. (wak tar)

 

banner 4921x615

banner 1280x160

banner 740x400

banner 1280x157

banner

banner 1050x130 banner 2560x472

banner 740x400

banner