, ,

Karimun Kondusif, 12 Titik Rawan Berhasil Diamankan

oleh
Karimun Kondusif, 12 Titik Rawan Berhasil Diamankan 1
Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur Yudi, bersama jajaran TNI memeriksa kesiapan Pasukan Pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. (Foto : Humas Polres Karimun)
banner 1102x276

Click to rate this post!
[Total: 2 Average: 5]

Karimun Kondusif, 12 Titik Rawan Berhasil Diamankan

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di lingkungan Kabupaten Karimun, berjalan kondusif. Tidak ada terjadi pergeseran mengarah aksi anarkis.

Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur Yudi, mengatakan berdasarkan prediksi intelijen, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus diantisipasi. Kerawanan itu adalah aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping Ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan, dan pesta narkoba ataupun minuman keras.

”Kita terus melakukan penggalangan dan pembinaan kepada masyarakat dengan cara persuasif edukatif, supaya masyarakat tidak mudah terpancing terhadap semua ajakan yang bersifat provokatif yang dapat berpotensi menganggu situasi kondisi kamtibmas,” kata Yos Guntur Yudi.

Keberhasilan ini, tidak terlepas dukungan TNI dan pihak lainnya. Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, TNI – Polri dan elemen masyarakat terus meningkatkan giat deteksi dini dan aksi terhadap seluruh perkembangan kerawananan di wilayah, guna mengeliminir terjadinya gangguan kamtibmas.

Kegiatan penyambutan pergantian tahun baru ini merupakan rangkaian operasi lilin tahun 2019, operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan selama 10 hari, mulai hari Senin tanggal 23 Desember 2019, sampai dengan hari rabu tanggal 1 Januari 2020, dengan fokus pengamanan obyek yang ada di Kabupaten karimun meliputi gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan dan bandara.

Dalam pelaksanaan pengamanan, sekitar 283 personel pengamanan gabungan diturunkan, mereka berasal 201 personel Polri, 60 personel TNI, serta 52 personel yang berasal dari instansi terkait antara lain satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan instansi lainnya.

”Kekuatan personel tersebut ditempatkan pada 6 titik pos pengamanan, 6 titik pos pelayanan, 1 titik pos terpadu dan 1 pos bergerak. Strategi yang diterapkan dalam operasi ini adalah mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan intelijen, berupa deteksi dini dan deteksi aksi, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional,” terangnya.

Yos Guntur Yudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah menunjukkan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas di lapangan.

”Saya sangat bangga dan terima kasih yang tulus, atas tugas tersebut yang disertai pengorbanan keluarga, telah menunjukkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas,” tutupnya. (Wak Fik)

banner 4921x615

banner 1280x160

banner 740x400

banner 1280x157

banner

banner 1050x130 banner 2560x472

banner 740x400

banner

loading...