Karyawan PT MOS “UNJUK RASA ANARKIS”

oleh
Kariyawan PT Marine Ocean Shipyard (PT MOS), melakukan aksi demo anarkis di depan Main Office PT MOS. (Foto : Rahmad Kurniawan)

KARIMUN (SK) — Kariyawan PT Marine Ocean Shipyard (MOS) melakukan aksi demo anarkis di depan Main Office PT MOS, di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Pangke, Meral Barat Karimun, Kamis (12/01/2017).

Demo ini berlangsung disebabkan karena pihak perusahaan selalu terlambat membayar gaji para karyawannnya setiap bulan. Dalam Aksi demo ini, karyawan menuntut perusahaan, agar membayarkan gaji karyawan tepat pada waktunya. Aksi demo ini berjalan dengan anarkis, dengan diwarnai lemparan batu yang membuat kaca jendela kantor rusak parah. Selain itu bebeapa peralatan kantor seperti meja kerja dan komputer habis dibakar oleh pendemo.

“Kami sudah lama dianiaya, PT. MOS hanya diam saja, gaji kami telat disuruh sabar, kalau kami kerja disuruh ligat,” teriak salah seorang pendemo di lapangan.

BACA JUGA :  Pantai Meral Kota, Karimun “DIPENUHI SAMPAH dan KUMUH”

Pihak Pendemo mengancam, jika perusahaan tidak membayarkan gajinya sampai pada pukul 15.00 WIB sore ini, maka pendemo akan melakukan aksi lebih anarkis lagi.

Salah seorang pendemo, Wilujeng (21) mengatakan, banyak karyawan yang sangat kesal dengan sikap perusahaan. Bahkan PT MOS ini sudah berkali-kali bermasalah.

“Kami memang sudah sangat kesal, sebab hampir setiap bulan seperti ini. Kalau Peraturan Perusahaan bagus tak masalah. Ini sudahlah peraturan tak betol, Gaji terlambat dibayarkan,” katanya kepada sijorikepri.com

Hingga siangnya, pihak kepolisan masih berjaga ketat mengamankan Gedung Kantor PT MOS. Anggota Satbrimob Karimun juga sudah disiagakan untuk mengantisipasi keanarkisan pendemo. Pihak Security perusahaan juga masih mengevakuasi peralatan kantor, agar tidak dijadikan amukan massa lagi. (SK-RK/C)

BACA JUGA :  Disperindag Karimun Akan Tertibkan “PERALATAN PERMAINAN di COASTAL AREA”

Kariyawan PT Marine Ocean Shipyard, melakukan aksi demo di depan Main Office PT MOS

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.