Kasus Penipuan, Lolyta di Tuntut 1 Tahun Penjara

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

TANJUNGPINANG (SK) — Lolyta Driyunandha alias Ola (27), terdakwa penipuan kepada korban Boimin, yang saat ini masih bekerja di BPR Dana Bintan Sejahtera, akan mengajukan Pledoi atau pembelaan secara tertulis atas tuntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Rudi Bona Sagala, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa, (09/02/2016).

“Saya mohon waktu untuk membuat pembelaan secara tertulis yang Mulia,” kata Lolyta setelah mendengar Tuntutan dari JPU.

Dalam amar tuntutanya, Rudi Bona Sagala, menyatakan, terdakwa Lolyta, terbukti secara sah dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain, secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain, untuk menyerahkan barang atau sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang ataupun piutang yang melanggar pasal 378 KUHP.

“Menuntut agar terdakwa dinyatakan bersalah dan dihukum selama 1 tahun penjara, dipotong selama berada di Tahanan,” ujar Rudi.

‎Dalam pertimbangannya, JPU menyatakan, yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, merugikan korban sekitar Rp 14.166.000,- dan berkelit dalam menyampaikan keterangan.

“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama mengikuti persidangan,” ujarnya.

Setelah mendengarkan tuntutan dan tanggapan dari terdakwa, kemudian Majelis Hakim, Purwaninsih SH, yang didampingi oleh Iriaty Khoirul Ummah SH dan Corpioner SH, kembali menunda sidang sampai satu pekan mendatang.

“Sidang ditunda selama satu pekan mendatang dengan agenda mendengarkan pledoi dari terdakwa,” ujar Purwaningsih.

Sebelumnya, terdakwa Lolyta, melakukan penipuan terhadap korban, Boimin, dengan modus memberi pinjaman kepada korban. Tetapi pada saat proses pinjaman, terdakwa Lolyta menjanjikan korban, dengan cara Take Over Pinjaman dari Bank BPR Kepri ke BPR Bintan Sejahtera dan harus menyerahkan biaya untuk dipergunakan sebagai biaya administrasi Take Over.

Korban menyerahkan uang tersebut secara langsung dan bertemu langsung kepada terdakwa Lolyta, yaitu Pada tanggal 17 Februari 2015, menyerahkan uang sebesar Rp 2.750.000,- di komplek Bintan Center, tepatnya di Kedai Kopi Barokah, Kota Tanjungpinang, dengan membuatkan kwitansi tanda terima satu lembar tanda terima BPR Bintan Sejahtera.

Selanjutnya, korban menyerahkan uang sebesar Rp 2.000.000, di Jalan Raja Ali Haji, tepatnya di depan Warung Bata Merah dan dibuatkan kwitansi tanda terima satu lembar tanda terima BPR Bintan Sejahtera, pada tanggal 20 Februari 2015. Dan selanjutnya korban menyerahkan Rp 2.666.000,- dengan membuatkan kwitansi tanda terima satu lembar dari BPR Bintan Sejahtera, pada tanggal 24 Februari 2015, di jalan Raja Ali Haji didapan Warung Bata Merah.

Sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 14.166.000,- dan terdakwa hanya ada membuat kwitansi pembayaran dari BPR Bintan Sejahtera, Sebanyak Rp 7.140.000,-. (SK-BA)

Lolyta Driyunandha.(Foto : Budi Arifin)
Lolyta Driyunandha. (Foto : Budi Arifin)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner