Kecelakaan Pesawat di Timika, 3 Orang Meninggal Dunia

oleh
Kecelakaan Pesawat Rimbun Air di hutan belantara Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, mengakibatkan 3 (tiga) orang dinyatakan meninggal dunia. (Foto : Basarnas)

Sijori Kepri, Timika — Kecelakaan Pesawat jenis Twin Otter PK-OTW Rimbun Air yang jatuh di hutan belantara Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, mengakibatkan 3 (tiga) orang meninggal dunia. Pesawat bermuatan cargo (bahan bangunan) itu ditemukan tim SAR terjatuh pada koordinat 3.44.45 S – 136.59.59 E, Rabu, (15/09/2021) pagi.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Timika, informasi jatuhnya pesawat rute Nabire – Sugapa yang dipiloti HA Mirza dengan copilot Fajar dan engineering Iswahyudi tersebut bermula laporan dari pemilik pesawat Rimbun Air pada pukul 08.15 WIT, bahwa pesawat mengalami lost contact.

Kepala Kantor SAR Timika, George Mercy L Randang, melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Command Center (BCC). Pukul 09.10, Local User Terminal (LUT) Basarnas menangkap signal distress pada koordinat 3.44.30 S – 136.55.6 E.

Kemudian, BCC pun memerintahkan Kepala Kantor SAR Timika untuk mengecek posisi signal distrees tersebut. Kepala Kantor SAR Timika bergerak pada pukul 09.45 WIT, menggunakan Helicopter Intan Jaya jenis MD.500 PK IWN dikerahkan untuk melaksanakan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian.

Tidak hanya itu, 10 rescuer Kantor SAR Timika yang sudah tiba di Sugapa juga melaksanakan survey menggunakan pesawat survey Asian One Air dan Intan Angkasa dengan call sign PK-LTF dan PK-IWN.

Sekira 30 menit survey, tim SAR berhasil menemukan pesawat dalam keadaan hancur di hutan yang dalam dan curam.

Tim SAR berhasil mencapai lokasi dan mendapati ketiga korban dalam keadaan meninggal dunia (MD). Tim SAR selanjutnya melaksanakan proses evakuasi dari ketinggian 8000 feet tersebut. Pada pukul 15.30 WIT, tim SAR berhasil mengevakuasi 1 (satu) korban diduga pilot pesawat melalui jalur darat ke bandara Sugapa yang menjadi Posko Operasi SAR. Sementara 2 (dua) korban lainnya, hingga berita ini diturunkan masih dalam proses evakuasi.

“Kondisi cuaca yang buruk, medan hutan belantara, dan curam menjadi kendala kami untuk mengevakuasi korban. Namun, tim SAR dari Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat, tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi seluruh korban,” ungkap George Mercy L Randang. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.