Kejati Telah Menetapkan Hamdi Rifki Sebagai Tersangka Baru

oleh

TANJUNGPINANG (SK) — Kejaksaan Tinggi (kejati) Tanjungpinang kembali mengamankan Satu lagi tersangka dengan dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hamdi Rifki kepala cabang Bank Nasional Indonesia (BNI) yang diamankan Kejati kepri terkait Dana Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) Tanun anggaran 2011 lalu.

Setelah Surya Darma Putra, kini satu lagi yang turut diamankan. Setelah dipanggil dan dimintai keterangan terkait kasus penyelewengan dana DPPID. kejati telah menetapkan Hamdi Rifki sebagai tersangka baru.

Yulianto menjelaskan didepan beberapa awak media,” Hamdi Rifki telah ditetapkan sebagai tersangka Dana DPPID tahun anggaran 2011. Adapun jabatan Hamda saat itu sebagai Kepala BNI cabang Tarempa. Penyidik telah melakukan penahanan untuk yang bersangkutan. Adapun yang dilakukan tersangka ini karena mengeluarkan uang tidak sesuai dengan prosedur. Pasal yang dikenakan sama dengan pasal yang di kenakan yaitu pasal 2, 3, dan pasal 8 tentang tindak pidana korupsi”.

“Untuk kasus ini, penyidik sudah mengetahui ke mana aliran dana tersebut dan secara global kenapa dana tersebut bisa masuk ke APBD Perubahan. Untuk penahanan tersangka ini kita cuma butuh Dua alat bukti kuat untuk menetapkan tersangka, kalau Dua alat bukti ini kuat kita tangkap dan kita akan buktikan secara matrial dulu,” ungkapnya.

BACA JUGA  Agung Mulyana Minta Kepala SKPD Lakukan Komunikasi dan Koordinasi

“Kita akan bidik kasus ini secara profesional dan komprosional, sekali lagi kita cuma butuh Dua alat bukti, kalau bukti cukup kita tahan. Ini yang melakukan penahanan adalah penyidik bukan saya (Yulianto), saya cuma menanda tangani,” sambungnya lagi.

Terkait penyelewengan Dana DPPID tahun anggaran 2011, sisa anggaran yang tidak dikembalikan Rp 4,8 Milyar dan dana tersebut tidak dipertanggung jawabkan. (SK-YUL)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.