Keluarkan Meranti dari Garis Kemiskinan, Bupati Kumpulkan Seluruh Kades dan Camat

oleh
Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, anggota Komisi 5 DPR RI dari Dapil Riau, Effedy Sianipar, bersama para Kades dan Camat se-Kabupaten Kepulauan Meranti. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Meranti — Untuk mengeluarkan Kabupaten Kepulauan Meranti dari garis kemiskinan, Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, mengumpulkan 96 Kepala Desa dan 9 (sembilan) Camat se-Kabupaten Kepulauan Meranti, bertemu langsung dengan anggota Komisi 5 DPR RI dari Dapil Riau, Ir Effedy Sianipar, di Ballroom Afifa Sport Center, Sabtu, 11 Juni 2022.

“Selamat datang Bapak Effedy Sianipar, kami sampaikan apresiasi dan terima kasih. Semoga kedatangan ini membawa kabar baik bagi masyarakat dan pembangunan di Meranti,” kata Bupati Adil.

Bupati Adil sengaja mengumpulkan perangkat pemerintahan, mulai dari tingkat desa dan kecamatan hingga kabupaten untuk bisa mengikuti langsung koordinasi tersebut. 

“Sehingga bisa diadopsi dan menjadi program yang dapat diusulkan pembangunannya,” sebut Adil. 

Saat ini, lanjut Bupati, Kepulauan Meranti menjadi kabupaten terluar, terisolir dan termiskin di Provinsi Riau, bahkan di Sumatera. 

Sesuai data dari Badan Pencatat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Meranti mencapai 25,68 persen. Dengan kategori kemiskinan ekstrim sebanyak 22 ribu kepala keluarga.

BACA JUGA :  Rumah Brigadir J Terbakar

“Ini disebabkan minimnya infrastruktur dasar seperti akses jalan dan jembatan, sehingga membuat harga barang melambung tinggi. Solusinya kita butuh pembangunan jembatan dan pelabuhan,” ungkap Bupati.

Untuk itu, Bupati sangat berharap kedatangan Anggota Komisi 5 DPR RI itu bersama para kepala balai dan badan, bisa menjadikan permasalahan tersebut menjadi prioritas pembangunan kedepannya. 

Bupati meminta agar sejumlah program dan pokok pikiran dari Kader PDI P itu bisa masuk ke Meranti.

“Apalagi saat ini PDI-P sebagai partai penguasa. Saya juga minta didampingi nanti oleh Bapak Effedy Sianipar untuk datang ke Kementerian menjemput program yang telah dijanjikan untuk Meranti,” harapnya.

Anggota Komisi 5 DPR RI, Ir Effedy Sianipar, yang berasal dari Dapil Riau mengungkapkan, untuk mengeluarkan Meranti dari garis kemiskinan dibutuhkan sinergitas mulai dari perangkat desa hingga pemerintah pusat. 

BACA JUGA :  Usai Upacara HUT RI, Pemkab Lingga Serahkan Tanda Kehormatan dan Bantuan

Untuk itu, Effendy meminta perangkat daerah bisa berkordinasi dengan perwakilan balai yang turut datang bersamanya. 

“Para balai ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Tentunya berkordinasi dengan mereka akan lebih baik dari pada langsung ke kementerian,” ujarnya.

Meski begitu, kedatangannya tersebut merupakan implementasi dari tugas dan sumpah jabatannya sebagai seorang Anggota DPR. 

Yakni menampung aspirasi dan memperjuangkannya, baik di tingkat balai dan badan yang berkaitan maupun menyuarakannya langsung di tingkat parlemen.

“Akan saya perjuangkan langsung baik di komisi atau di tingkat fraksi. Saya siap mendampingi untuk menemui pihak berkompeten yang ada di kementerian,” sebut Effedy Sianipar.

Dia berharap dari rapat koordinasi yang dilaksanakan tersebut dapat berdampak nyata bagi masyarakat dengan turunnya angka kemiskinan dalam satu atau dua tahun mendatang. 

BACA JUGA :  Kepri Butuh Stasiun Meteorologi dan Radar Cuaca

“Jadi parameter kita sudah jelas, kita harus menurunkan satu atau dua digit angka kemiskinan itu,” ucapnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, Sekda Kepulauan Meranti, Bambang, dan Kepala OPD Meranti, anggota DPRD Kepulauan Meranti dan jajaran pengurus Partai PDI-P Kepulauan Meranti, serta pejabat dan tamu undangan lainnya. (Luk)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.