Kemenangan Soerya di Tangan Koalisi

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
Pada Pilgub 2015 Mendatang

TANJUNGPINANG (SK) – Politisi senior PDI-P Provinsi Kepri, yang juga Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak berpendapat bahwa menang atau tidaknya Soerya Respationo pada pertarungan Pemilihan GUbernur (Pilgub) tahun 2015 mendatang, tergantung koalisi yang dibangun.

“Jelas, itu tergantung koalisi di DPRD. Karena, yang pengaruh itu partai. Kalau partai pemenang (PDIP) tak ada koalisi, yang sudahlah,” kata Bendahara DPD PDIP Kepri, Selasa (30/9).

PDIP tidak ciut dengan adanya Koalisi Merah Putih (KMP). Lantaran, menurut Jumaga, KMP hanya berlaku di pusat dan tidak bisa tembus ke daerah.

“Jakarta dan derah tak bisa disamakan. kita semua bersaudara. Yang jelas, PDIP mencalonkan pak Soerya jadi gubernur baik langsung dan tidak langsung,” tegasnya.

Terkait RUU Pilkada yang telah resmi disahkan belum lama ini, Jumaga menilai, meski sudah disahkan, tidak serta merta bisa diberlakukan.

“Belum bisa diberlakukan, karena belum ditandatangani oleh Presiden serta belum diumumkan di lembaran negara. Bahkan, sudah banyak organisasi akan menyudisial revieuw via MK lagi,” ungkapnya.

“Persoalannya, kalau kita di daerah, tak begitu berpengaruh. Pemilihan yang dilakukan langsung, terasa dekat pemerintah dengan amsyarakat. Beda kalau via DPRD,” sambung Jumaga.

Secara terpisah, Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kepri Lis Darmansyah mengklaim, bahwa KMP tak menyeluruh berlaku di daerah termasuk di Kepri.

“Pemilihan melalui DPRD belum final dan asosiasi melakukan gugatan. Kita liat perkemnbangan politik kedepan. Pada intinya KMP itu tak secara menyeluruh di daerah berlaku. kita juga punya langkah strategi, langkah itu yang akan kita tindak lanjut nanti,” tegas pria yang akrab disapa Lis ini.

Menurutnya, kalau berbicara demokrasi, RUU Pilkada tersebut, menurut Lis tentunya sangat disayangkan. Karena, mengkebiri hak-hak rakyat. Sebab itu, PDI-P Kepri akan melihat dulu perkembangan selama tiga bulan kedepan. Pasti masih ada wacana lain atau strategi bisa saja berubah dan kembali menjadi pemilihan langsung.

Saat ditanya dengan satu tokoh nama politisi dari partai Golkar yakni Ansar Ahmad, yang saat ini disebut-sebut merupakan figur yang memiliki peluang cukup besar memenangi Pilgub mendatang, Lis hanya menegaskan, bahwa setiap warga negara berhak maju termasuk tokoh politik yang mempunyai kompetensi untuk bertarung.

“Tetapi tentunyakan baik itu masyarakat dan DPRD itu sendiri yang bakal memilih. Ada rasionalitas dan objektifitas. pasti ada nalar itu, dalam politik tidak ada musuh yang abadi dan tidak ada kawan yang sejati. Semuanya segala sesuatunya masih memungkinkan,” ungkap Lis.

Lis memastikan bahwa PDI-P sudah mnelakukan komunikasi politik secara intens untuk Pilgub 2015 mendatang. Namun, dengan siapa saja partai yang dimaksud akan berkoalisi, Lis enggan membeberkannya. Akan tetapi, dia hanya menyebut ada lima partai yang bergabung termasuk PDI-P.

“Itu yang kita rahasiakan dulu. Yang jelas, kami PDIP sudah membangun komunikasi dari pusat termasuk non koalisi. Saya yakin elit-elit poltik di Kepri masih rasional. Dalam waktu dekat ini akan kita lebih di intenskan. Kita liat perkembangan politiknya serta akan kita lebih seriuskan lagi,” jelasnya. (hk/SK-001)