,

Kenal Lewat Facebook, Seorang ABG Jadi Korban Pencabulan di Karimun

oleh

Sijori Kepri, Karimun — Baru berkenalan di Facebook, seorang remaja berinisial DI (19), nekad melakukan pencabulan terhadap Anak Baru Gede (ABG) berinisial ASA (16) di Karimun. Atas perbuatannya, pelaku diringkus Unit Reskrim Polres Karimun, di Jalan Nusantara, Kecamatan Karimun, pada Sabtu, (22/05/2021), sekira pukul 15.00 WIB

Kapolres Karimun, Polda Kepulauan Riau, AKBP Muhammad Adenan, yang diwakili oleh Wakapolres Karimun, KOMPOL Isa Imam Syahroni, mengatakan, awalnya Ibu korban melaporkan kehilangan anaknya berinisial ASA (16), di Polres Karimun, pada tanggal 20 Mei 2021, sekira pukul 22.00 WIB.

Pelaku DI (19), tak lain adalah pacar korban. Pelaku melakukan perbuatan tidak terpujinya itu, setelah membawa lari korban sejak 17 Mei 2021 lalu.

“Pelaku DI (19) diamankan di Jalan Nusantara, Kecamatan Karimun, pada Sabtu, (22/05/2021), sekira pukul 15.00 WIB,” kata KOMPOL Isa Imam Syahroni, didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riandi, Selasa, (01/06/2021).

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, Korban ASA (16) dan pelaku sudah menjalin hubungan selama 1 bulan, dan mereka kenal dari Media Sosial, yaitu Facebook.

BACA JUGA  AJOI Natuna Gelar Tahlilan Ibunda Tercinta Kapolres Natuna

Setelah ditemukan, barulah korban mengaku telah disetubuhi oleh pelaku dan orang tuanya tidak terima, sehingga membuat laporan dan akhirnya pelaku berhasil diamankan.

“Pelaku juga sempat mengajak korban melakukan perbuatannya di warung gerobak,” ungkap Isa Imam Syahroni.

Dari keterangan Pelaku, perbuatan tidak terpuji yang dilakukannya terhadap korban sebanyak 3 kali. Dan persetubuhan itu terjadi setelah korban terbuai dengan modus pelaku yang mengaku akan bertanggung jawab apabila perbuatan keduanya berujung kehamilan.

“Atas perbuatannya itu, pelaku dikenai Pasal 81 ayat (2) Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta pidana penjara paling singkat 5 Tahun dan paling lama 15 Tahun, dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,” tegas Wakapolres Karimun. (Wak Fik)

Shares