Menjadi pejabat pertama mengelola Provinsi baru, Ismeth yang dikenal handal di bidang perekomian, mampu meletakkan pondasi dasar pembangunan Provinsi Kepri. Ismeth ingin pondasi pembangunan Kepri yang dia siapkan sejak menjadi Gubernur di awal Provinsi dapat diteruskan oleh penerus yang layak. Ismeth menilai yang layak itu Isdianto. Karena Ismeth sudah lama kenal Isdianto.
Ismeth mengajak masyarakat Kepri dan turut berkampanye untuk Isdianto, maka para pendukung Ismeth yang masih mengenang jasa-jasa besar Ismeth saat menjadi Ketua Otorita Batam, tentu tak akan lupa. Mereka diharapkan mengikuti arah kebijakan politik Ismeth, yakni mendukung Isdianto-Suryani di Pilkada Kepri.
Disamping Ismeth ada Andi Anhar Chalid. Tokoh penting di Kabupaten Kepri dulunya. Mantan Ketua DPRD Kepri yang sepak terjangnya disegani di Kepri.
Andi Anhar dan Huzrin Hood dua tokoh yang tidak dapat dipisahkan dalam sejarah perjuangan Provinsi Kepri dan Kabupaten Kepri. Dua tokoh ini bersatu di moment yang tepat dan mendukung orang yang tepat untuk kelanjutan catatan sejarah Provinsi Kepri.
Andi Anhar adalah orang lama dan barisan awal mendukung Isdianto. Bahkan yang meminta Isdianto untuk ikut Pilkada. Dari Muhammad Sani, Andi Anhar selalu membela. Pengaruhnya di keturunan Bugis di Kepri sangat kuat. Sehingga adanya Andi di barisan Isdianto menambah kuat jejaring kemenangan pasangan nomor dua itu.
Kemudian Huzrin Hood. Siapa yang tak kenal sosok penggerak dakwah di Kepri itu. Tokoh utama di balik perjuangan pembentukan Provinsi Kepri. Ia rela berkurban dipenjara di dalam sel Suka Miskin, demi perjuangan Provinsi Kepri. Balik dari Suka Miskin, hanya Huzrin yang disambut meriah.














