Kerusuhan Suporter Bola, Ketua IPW : Itu Tanggung Jawab Kapolri, Menpora dan PSSI

oleh
Ketua IPW, Neta S Pane. (Foto : FB)

Sijori Kepri, Jakarta — Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane, meminta Kapolri, Menpora dan Ketum PSSI, minta maaf kepada masyarakat atas kerusuhan suporter bola di Bandung dan aksi kerumunan massa suporter yang mengepung Bundaran HI Jakarta.

IPW menilai kedua aksi itu terjadi akibat kecerobohan Kapolri, Menpora dan Ketum PSSI, setelah ketiganya nekat menggulirkan Piala Menpora ditengah pandemi Covid-19.

Sebagai tanggungjawab moral, Kapolri, Menpora dan Ketum PSSI harus segera mengganti semua kerusakan dan kerugian masyarakat yang disebabkan amuk suporter, terutama di Bandung.

“IPW mengecam keras pernyataan Menpora yang meminta Polri segera menangkap para suporter yang memprakarsai aksi kerumunan itu. Pernyataan Menpora ini salah kaprah,” ucapnya, Selasa, (27/04/2021).

Seharusnya, sambung Neta, dengan adanya kedua peristiwa di Bandung dan Jakarta itu, Menpora-lah yang segera mundur dari jabatannya.

BACA JUGA :  Kapolri Larang 2 Polsek di Polresta Pekanbaru Lakukan Proses Penyidikan

“Kompetisi yang berlebel Kementeriannya itu, tidak bisa dipertanggungjawabkan keamanan dan ketertibannya, sehingga terjadi amuk dan kerumunan pasca Final Piala Menpora,” jelasnya.

Semua yang terjadi ini, menjadi tanggungjawab Kapolri, Menpora dan Ketum PSSI akibat kecerobohannya dan jangan sampai tanggungjawabnya dileparkan kepada suporter. Lalu para suporter dengan semena-mena ditangkap dan diproses hukum aparat kepolisian.

Disisi lain, peristiwa amuk suporter di Bandung dan kerumunan suporter mengepung Bundaran HI membuka mata publik betapa lemahnya Intelijen dan aparatur Ciber Polri. Akibat lemahnya Intelijen dan Polisi Ciber semuanya terbiarkan tanpa diantisipasi dan dideteksi dini.

“Polisi baru sibuk dan kebingungan setelah massa berkumpul dan mengamuk. Bayangkan, jika aksi pengepungan massa itu terjadi di depan Istana Kepresidenan, apa jadinya?,” sindir Neta Lagi.

BACA JUGA :  Kapolri Kerahkan 331 Personil dan 2 Posko Evakuasi KRI Nanggala 402

Dalam hal ini, IPW menilai Polri sudah kebobolan. Antisipasi, deteksi dini, dan kepekaannya sangat lemah. Padahal rencana aksi itu sudah muncul di Medsos beberapa jam sebelumnya dan Polri tidak mengantisipasinya.

“Sekarang setelah amuk suporter terjadi dan aksi kerumunan massa di Bundaran HI terjadi, Polri baru sibuk hendak memburu Medsos pemrakarsanya. Polri lagi-lagi hanya menjadi pemadam kebakaran yang sangat jauh dari konsep Presisi,” ungkapnya.

Untuk itu, tambah Neta, IPW berharap, Polri tidak perlu menangkap dan memproses hukum para suporter. Sebab, tanggungjawab semua itu ada di Kapolri, Menpora dan Ketum PSSI, yang tetap nekat menggulirkan Piala Menpora ditengah pandemi Covid 19.

“Untuk itu, IPW juga mendesak Kapolri, Menpora dan Ketum PSSI segera meminta maaf kepada masyarakat, dan mengganti semua kerusakan maupun kerugian yang ditimbulkan dari aksi suporter tersebut,” pungkasnya. (MM)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.