Komandan KRI Lepu-861 Pimpin Latihan Menembak

oleh
Komandan KRI Lepu-861, Mayor Laut (P) Faizal Mustaqim, memimpin pelaksanaan Latihan Menembak Prajurit KRI Lepu-861. (Foto : Ist)
Prajurit KRI Lepu-861 sedang latihan menembak di Lapangan Tembak Satuan Radar (Satrad) – 232 Dumai. (Foto : Ist)

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Komandan KRI Lepu-861 Satuan Patroli Lantamal IV (Satrol Lantamal IV), Mayor Laut (P) Faizal Mustaqim, memimpin pelaksanaan Latihan Menembak Prajurit  KRI Lepu-861, di Lapangan Tembak Satuan Radar (Satrad) – 232 Dumai, Jalan Radar, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Jumat, (11/03/2022).

Latihan Menembak Prajurit  KRI Lepu-861 tersebut merupakan perintah Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan, melalui Komandan Satuan Kapal Patroli Lantamal IV agar setiap prajurit Unsur KRI dan KAL untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas sebagai prajurit dalam menguasai persenjataan guna mendukung keberhasilan setiap pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Laut. 

Hal ini sejalan dengan Perintah Harian Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu “Tingkatkan Kesiapan dan Kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang Memiliki Daya Gerak dan Tempur yang Tinggi”.

Sebelum Pelaksanaan Latihan Menembak, Kegiatan diawali dengan pengarahan keselamatan atau Safety Briefing seputar prosedur penggunaan senjata pada saat latihan oleh pelatih/instruktur yang diikuti oleh seluruh peserta latihan, dimana senjata yang digunakan untuk latihan adalah senjata laras Panjang M4 Kaliber 5.56 mm dan K7 Daewo Kaliber 9 mm, serta senjata laras pendek G2 Combat Kaliber 9 mm dengan menggunakan 3 (tiga) sikap dasar, yaitu sikap tiarap, duduk dan berdiri dengan jarak  sasaran yaitu 20 meter dan 100 meter. 

Kegiatan ini didukung oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai yang mempunyai tugas pokok, diantaranya memberikan dukungan kegiatan bagi unsur KRI yang sandar di wilayah kerja Lanal Dumai. 

Komandan KRI Lepu-861, Mayor Laut (P) Faizal Mustaqim, menyampaikan, bahwa latihan menembak ini merupakan salah satu cara untuk menambah semangat dan mengasah kemampuan tempur prajurit.

“Sehingga, saya akan memberikan Reward bagi prajurit yang mendapatkan nilai tertinggi dalam latihan menembak ini,” ujarnya.

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 53 tahun 2007 tersebut juga mengatakan, bahwa latihan ini juga sebagai bentuk penyegaran keterampilan prajurit dalam menggunakan senjata dan mengenal karakteristik senjata yang digunakan.

“Diharapkan setiap prajurit bersungguh-sungguh dan serius dalam melaksanakan latihan ini, agar dapat mengantisipasi setiap permasalahan teknis menembak di lapangan maupun kondisi tempur yang sesungguhnya,” harapnya.

Dalam latihan menembak kali ini yang berhasil memperoleh nilai tertinggi adalah Kelasi Kepala (KLK) Mer Romadhan, dengan menggunakan senjata jenis M4.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwira Staf Lanal Dumai, Prajurit KRI Lepu-861, Anggota Staf Intelijen (Sintel) dan Tim Urusan senjata (Ursen) Pelatih Lanal Dumai. (Wak Dar)