, ,

Konsep Argominapolitan di Sosialisasikan “DISTAMBEN KEPRI” Malah Terbitkan Rekom Tambang Pasir

oleh
Konsep Argominapolitan di Sosialisasikan "DISTAMBEN KEPRI" Malah Terbitkan Rekom Tambang Pasir 1
Menteri Pertanian RI saat pencanangan kawasan dan peletakan batu pertmam monimen Argominapolitan di Lingga.(Sumber : Istimewa)
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

LINGGA (SK) — Semakin maraknya Bupati Lingga sosialisasikan konsep Agrominapolitan, Distamben Provinsi Kepri malah terbitkan rekomendasi perusahaan pertambangan pasir di wilayah cukas, Desa Tanjungirat, Kecamatan Singkep Barat.

Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan visi misi Bupati Lingga, yang selama ini gencar mensosialisaikan tentang konsep anti tambang. Bahkan, hal tersebut dibuktikan dengan kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, ke Daik Lingga, beberapa waktu yang lalu.

Ridho, salah seorang mahasiswa asal Lingga yang kini meneruskan kuliahnya di Solo Jawa Tengah, mengatakan, sungguh sangat disayangkan jika masih ada perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Lingga. Hal tersebut, sama saja artinya konsep yang dipaparkan Bupati Lingga tersebut, hanya untuk pencitraan semata.

“Kita sangat menyayangkan, jika masih ada tambang di Lingga. Apalagi, tambang pasir yang terbukti dapat memberikan efek sangat buruk bagi daerah kita. Kami di perantauan ini, kagum dengan konsep Agrominapolitan, yang menurut saya sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat. Tapi, kalau masih ada tambang percuma saja,” ungkap Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Selasa, (13/09/2016).

Sementara itu Direktur PT. Growa Indonesia yang akrab disapa Akuang, menuturkan, pihaknya sudah mengantongi rekomendasi dari Pemprov Kepri.

“Kami sudah kantongi rekom dari Distamben Pemprov Kepri, jadi kami operasi,” paparnya beberapa waktu yang lalu saat menemui wartawan.

Perusahaan tambang yang saat ini beroperasi antara lain, di Laut Cibia Desa Pekajang, selain itu perusahaan yang sempat bermasalah PT. Growa Indonesia yang sekarang sedang beroperasi mengaku mengantongi izin dari Distamben Provinsi Kepri, untuk mengeruk pasir di wilayah cukas, Desa Pekajang. Dan yang anehnya, Distamben Provinsi Kepri malah menerbitkan rekomendasi PT. Growa Indonesia yang beroperasi di Desa Tanjung irat berdasarkan SK bermasalah yang ditandatangani oleh mantan Bupati Lingga yang diduga cacat hukum. (SK-Pus)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner