Konsultan, Kontraktor dan KPA Akan Dipanggil

oleh
Kisruh Proyek Rp 4 Miliar

TANJUNGPINANG (SK) — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Robert pasaribu hari ini, Rabu (7/10) akan memanggil Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Amrialis yang menjabat Kabid Bina Marga, kontraktor serta konsultan proyek normalisasi Akau Potong Lembu sekaligus pengaspalan akses jalan setempat dalam satu paket proyek senilai Rp4 miliar yang diduga macet.

“Kita akan konfirmasi masalah itu. Konsultan, kontraktor dan amrialis selaku KPA akan kita panggil untuk dimintai keterangan terkait masalah proyek tersebut,” tegas Robert kepada wartawan, Selasa (7/10).

Robert mengaku tidak mengetahui persoalan kisruh proyek tahun 2014 milik Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang yang dikerjakan PT Sumber Jaya Sakti itu. Ketidaktahuannya didasari karena banyaknya pekerjaan yang ia laksanakan.

“Saya belum tau. Itu sama Amrialis KPA nya. Saya kebetulan sibuk dengan yang lain. Ini baru dengar masalah itu. Saya belum sempat dan baru sekarang ini tau. Maka itu, saya akan panggil dulu mereka untuk konfirmasi. Kalau ada proyek bermasalah gitu, kalau tak dilaporin, saya tak tau,” sambung Robert.

BACA JUGA  Kemendagri Apresiasi “PILKADA TANJUNGPINANG”

Terkait informasi adanya keluhan mengatasnamakan warga termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) karena proyek itu berjalan tanpa menginformasikan kepada mereka, Robert menegaskan, bahwa itu kewenangan pihak kelurahan. Dinas PU dalam hal ini, lanjut Robert tak punya kewajiban memberitahukan kepada pihak mana pun selain lurah setempat.

“Kalau semua dikasi tau satu persatu, kalau ada pembangunan di lokasinya tak mungkin jugalah. Yang jelas, berhati nuranilah. Kalau ada salah, dimana salahnya. Jangan pake kacamata kuda melihat pembangunan itu. Sekiranya diliat kerjaan tak bagus, laporkan. Itu aja yang diliat. Karena selera orang macam-macam,” jelasnya kembali.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Kota Tanjungpinang, Amrialis selaku KPA proyek sampai berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. Baik ditemui secara langsung ke ruang kerjanya, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Termasuk menghubungi nomor handphone pribadinya juga tak aktif.

Informasi yang diperoleh di lapangan, sudah satu minggu, proyek normalisasi di Akau Potong Lembu sekaligus pengaspalan akses jalan setempat dalam paket proyek senilai Rp4 miliar dari anggaran APBD tahun 2014 Pemko Tanjungpinang diduga macet. Macetnya proyek tersebut tidak diketahui apa penyebabnya.

BACA JUGA  Tanjungpinang Internasional DBR "DIIKUTI PESERTA TERBANYAK di INDONESIA"

Masyarakat setempat termasuk LPM juga mengeluhkan proyek itu, lantaran tidak mendapatkan informasi kongkrit dari pemerintah melalui Dinas PU terkait pembangunan normalisasi dan pengaspalan yang termasuk dalam satu paket proyek.(hk/SK-001)

Shares