GESER UNTUK BACA BERITA
Example 325x300
KEPRILINGGA

Kontraktor Pelaksana Cetak Sawah Desa Resang “TARIK ALAT BERAT”

×

Kontraktor Pelaksana Cetak Sawah Desa Resang “TARIK ALAT BERAT”

Sebarkan artikel ini
Salah satu sawah yang ada di Kabupaten Lingga. (Foto : Istimewa)

SIJORIKEPRI.COM, SINGKEP SELATAN — Untuk pelaksanaan percetakan sawah di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, oleh Kontraktor pelaksana percetakan sawah yang ditunjuk pihak Operasi Khusus (Opsus) TNI-AD untuk membuka lahan itu, menghentikan kegiatannya. Hal ini dikarenakan belum adanya kejelasan kontrak kerja, tentang pembukaan lahan yang telah dilakukan selama ini.

“Sekitar satu bulan ini, pihak ketiga pemilik alat berat yang membuka lahan percetakan sawah di Desa Resang, telah menarik alat berat mereka dari lokasi. Dari informasi yang kami dengar, penarikan alat berat tersebut, karena selama ini belum adanya kejelasan kontrak dari pihak TNI-AD terkait pekerjaan yang dilakukan,” ungkap sumber kepada awak media, yang enggan namanya disebutkan, Minggu, (16/04/2017).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Penghentian kegiatan oleh pihak ketiga yang ditunjuk ini, katanya lagi, karena tidak ada kejelasan berapa nilai kontrak kerja yang dilakukan. Saat ini sudah sekitar lima hektar lahan telah dibuka dan telah menghabiskan anggaran ratusan juta, untuk pembelian bahan bakar, serta gaji operator alat berat.

BACA JUGA :  Rombongan Komisi I DPRD Lingga Gagal Sidak

“Mana ada pengusaha yang mau rugi. Dan seluruh alat berat yang mengerjakan lahan tersebut, telah ditarik dari lokasi,” terangnya.

Ditariknya alat berat oleh pihak ketiga dari lokasi percetakan sawah tersebut, dibenarkan, Hanafi, Kepala Desa Resang, Namun ia menegaskan, kalau penarikan alat berat ini, bukan berarti program percetakan sawah ini dihentikan.

BACA JUGA :  Alami Kecelakaan, Kapal Kayu Bersama Korban Tenggelam di Perairan Tanjung Buku Singkep Selatan

Untuk Desa Resang, lanjutnya, direncanakan akan dibuka lahan persawahan seluas 254 hektar. Hingga saat ini sekitar 5 hektar lahan yang telah dibuka dan siap tanam. Dari lima hektar tersebut, sekitar dua hektar yang telah ditanam. Sementara yang tiga hektar lagi, direncanakan akan ditanam secara gotong royong oleh masyarakat pada tanggal 1 Mei mendatang.

“Memang benar, pihak ketiga yang membuka lahan percetakan sawah di Desa Resang, telah menghentikan aktivitasnya. Dari informasi yang diterima, penghentian aktivitas ini hingga ada kejelasan kontrak kerja dari pihak Opsus TNI-AD yang ditunjuk sebagai pihak pembuka lahan percetakan sawah,” paparnya kepada awak media melalui telepon seluler.

BACA JUGA :  AJOI Natuna Gelar Tahlilan Ibunda Tercinta Kapolres Natuna

Terkait berhentinya aktivitas membuka lahan oleh pihak ketiga ini, Hanafi, mengaku telah melaporkannya kepada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lingga, sebagai leading sektor program percetakan sawah dari Kementerian Pertanian RI.

“Untuk lebih jelasnya terkait percetakan sawah ini, langsung saja konfirmasi ke Dinas Pertanian Lingga. Masalah ini telah saya laporkan ke Dinas,” ujarnya.

Sementara itu, Rusli, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Lingga, terkait hal ini belum bisa dihubungi, saat awak media menghubungi telepon selulernya bernada tidak aktif. (SK-Pus)