, , , ,

Lima Kapal Ilegal Fishing di Laut Indonesia Dilumpuhkan

oleh
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direkorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan RI, berhasil melumpuhkan lima kapal nelayan asing di wilayah perairan Indonesia. (Foto : Humas Ditjen PSDKP)

Sijori Kepri, Natuna — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direkorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan RI, berhasil melumpuhkan lima kapal nelayan asing di wilayah perairan Indonesia, Sabtu, (11/4/2020) siang.

Kapal asing ini, terdiri tiga kapal berbendera Filipina dan dua kapal berbendera Vietnam. Mereka terbukti melakukan aktivitas pencurian ikan (Ilegal fishing).

”Kapal asing ini berhasil kita lumpuhkan, melalui dua sektor operasi, yaitu Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711-Laut Natuna dan WPP 716-Laut Sulawesi,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Sebelumnya, kata Edhy Prabowo, personil Direkorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan RI, juga telah berhasil melumpuhkan dua kapal ikan asing yang kedapatan beroperasi di Laut Natuna Utara, Provinsi Kepri.

BACA JUGA  JPKP Berkomitmen Penuh Jaga Keutuhan NKRI

Penangkapan tersebut dilakukan tiga Kapal Pengawas Perikanan milik Ditjen PSDKP-KKP yaitu KP. Orca 01 dan KP. Orca 04 yang melakukan operasi di WPP-NRI 716-Laut Sulawesi serta KP. Orca 02 yang melakukan operasi di WPP-NRI 711-Laut Natuna Utara.

Keseluruhan operasi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pemantauan dan Operasi Armada yang memantau langsung operasi penyergapan secara terus menerus selama 24 jam. KKP, lanjut Edhy, memang tidak melakukan pengurangan intensitas operasi selama pandemi Covid-19 ini dan tetap berkomitmen untuk menegakkan kedaulatan pengelolaan perikanan di seluruh WPP-NRI.

”Kami mengantisipasi adanya potensi peningkatan masuknya kapal illegal di tengah permasalahan penyebaran pandemi Covid-19 ini. Itulah mengapa kami tidak mengurangi intensitas operasi di perairan yang kami pandang rawan pencurian ikan” jelas Edhy.

Menteri Edhy secara tegas kembali menyampaikan, bahwa dirinya memiliki komitmen yang serius terhadap  pemberantasan illegal fishing. Langkah-langkah penguatan Direktorat Jenderal PSDKP telah dia lakukan sejak awal menjabat sebagai Menteri diantaranya dengan penambahan jumlah armada Kapal Pengawas Perikanan, serta memberikan penghargaan kepada Awak Kapal Pengawas Perikanan dan seluruh personil yang dipandang berprestasi dalam menangkap pelaku illegal fishing.

BACA JUGA  Polres Natuna dan Jajaran Gelar Bakti Sosial Serentak

Penangkapan kapal ikan asing illegal ini merupakan buah kerja sama yang efektif antara personil di Pusdal (Pusat Pengendalian) dan Unit Pelaksana Teknis PSDKP yang secara terkoordinasi melakukan pemantauan dan memberikan informasi keberadaan kapal-kapal asing illegal kepada Awak Kapal Pengawas yang kemudian melakukan penyergapan.

“Saya tentu harus memberikan apresiasi kepada para Awak Kapal Pengawas Perikanan dan seluruh personil yang sangat berjasa di lapangan. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 yang mengancam, mereka tetap dengan protokol pencegahan yang baik berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku illegal fishing,” ungkap Edhy.

Selain upaya meningkatkan semangat jajarannya melalui apresiasi kinerja, Menteri Edhy juga menyampaikan pentingnya penambahan hari operasi yang memadai bagi Kapal Pengawas Perikanan.

“Kami sedang mengupayakan penambahan hari operasi pengawasan di laut sebagai salah satu bentuk penguatan pemberantasan illegal fishing,” pungkasnya. (Wak Min)

No More Posts Available.

No more pages to load.