Limbah di KPLI Tetap Menggunung, BAPEDAL Tidak Mau Tahu

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam dari PDI-P Sugito.(Photo : Taufik)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam dari PDI-P Sugito.
(Photo : Taufik)

BATAM (SK) — Keberadaan Limbah yang semakin hari semakin menggunung di Kawasan Pengumpul Limbah Industri (KPLI) di Kabil Batam kembali menjadi sorotan tajam warga Batam. Apakah pengelolaan limbah disana sudah maksimal? Ada apa dengan pihak Bapedal yang terkesan tidak mau tahu dan juga tertutup, serta tidak senang ketika di konfirmasi tentang hal ini. Sekali lagi ada apa???, Jumat, (4/9/2015).

Munculnya kembali kekhawatiran dan ketakutan masyarakat akibat kemungkinan ceceran limbah B3 pada saat pengangkutan dan operasi instalasi pengolahan limbah, serta kekhawatiran akan menurunnya kwalitas air tanah dan badan air akibat ceceran limbah B3 pada proses penyimpanan, pengangkutan dan operasi pengolahan limbah B3 adalah wajar.

Dari awal diprakarsainya Rencana pembangunan KPLI tersebut oleh Otorita Batam, hingga pada akhirnya dibahaslah KA – ANDAL oleh Komisi Penilai AMDAL Pusat Kementrian Lingkungan Hidup pada tahun 2004 dulu dan endingnya berdirilah KPLI tersebut, nampaknya sudah bagus dan berdiri sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Namun demikian, Apakah Fasilitas pengumpulan dan pengolahan limbah B3 di sana sudah lengkap, kemudian bagaimana pengelolaan didalamnya, serta bagaimana dengan sarana prasarana yang ada disana, sudah memadai atau belum, serta bagaimana pengawasan oleh pihak terkait selama ini, masih belum terkuak secara terbuka dan detail.

Beberapa pewarta yang datang hendak konfirmasi di KPLI itu pun selalu dilarang. Tertutup dan diskriminasi, sehingga tidak memperoleh data dan informasi yang pasti. Pihak keamanan disana seolah sudah dididik untuk paham dengan situasi ini. Ada apa sebenarnya dengan semua ini, nampaknya memang masih ada banyak hal yang di tutupi.

Apakah pengelolaan limbah di KPLI sudah sesuai aturan dan apakah hasil pengolahan limbah di KPLI B3 tersebut yang berupa extrak limbah sudah selalu dikirim ke PPLI Cileungsi Bogor, karena tidak boleh dilakukan penimbunan atau landfill di kawasan tersebut, hal ini belumlah terjawab secara terbuka. Bapedalpun rapat-rapat tutup telinga.

Mendengar hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Sugito terkejut bukan kepalang, karena limbah yang berada di KPLI tidak diurus dengan baik. Untuk itu dia meminta kepada Dinas terkait (Bapedal-Red) untuk bertindak secepatnya, agar tidak berdampak kepada lingkungan.

“Opoooooo, limbah masih tetap meggunung di KPLI ? Untuk masalah yang satu ini, saya berharap Bapedal harus bertindak sesegera mungkin. Agar semua itu tidak akan berdampak pada kemungkinan pencemaran dan perusakan Lingkungan Hidup Manusia dan juga Lingkungan hidup lainnya dan sebagainya,” pintanya.

Sementara itu, Jeffry Simanjuntak DPRD Batam, yang pernah bergerak di bidang Limbah mengakui bahwa dari sejak dirinya duduk di DPRD Batam dua periode, belumlah pernah ada dilakukan sidak oleh pihak DPRD Batam kesana.

“Kami belum pernah sekalipun sidak ke KPLI. Lagian untuk apa dan kenapa harus di sidak,” cetusnya. (SK-Nda/Fik)

LIPUTAN BATAM : NDORO AYU-TAUFIK
EDITOR : RUSMADI

Plang Nama KPLI B3 Batam.(Photo : Taufik)
Plang Nama KPLI B3 Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)
Limbah Menggunung di KBLI Batam.(Photo : Taufik)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner