, ,

Lingga Akan Bentuk “UNIT SAR”

oleh
Lingga Akan Bentuk "UNIT SAR" 1
Saat pertemuan dengan Basarnas di Kota Batam. (Foto : Istimewa)
banner 1102x276

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

SIJORIKEPRI.COM, LINGGA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) yang dulunya lebih dikenal dengan nama Badan SAR Nasional (Basarnas), dipastikan di tahun 2018 mendatang, akan terbentuk Unit SAR di Kabupaten Lingga sesuai permintan Pemkab Lingga.

Kepala Basarnas Kepri, Djunaidi, mengatakan, untuk membentuk unit SAR Siaga di Lingga, pihaknya sudah memohon ke Basarnas pusat bahwa Lingga sudah perlu dibentuk. Dengan wilayah laut yang luas, Basarnas semestinya harus dibentuk di Kabupaten Lingga, dikarenakan Basarnas adalah tim evakuasi, pencari serta penolong.

Dilanjutkan, Pemerintah daerah sendiri mendukung pembentukan tersebut. Untuk itu, Pemerintah Daerah mengusulkan ke kami agar Basarnas ada di Lingga, sesuai dengan perhatian Pemda terhadap masyarakatnya yang pernah terjadi kecelakaan dan tidak ada yang mencari.

“Basarnas sudah harus dibentuk di Lingga, karena potensi, kemudian frekuensi dari kecelakaan disana itu sangat-sangat signifikan. Jadi harus dibentuk,” ungkapnya, kepada awak media, ketika dihubungi dari Lingga, Selasa, (07/11/2017).

Saat itu, Djunaidi menjelaskan, pihaknya sudah membuat naskah akademik untuk dibentuk pada tahun 2018. Per Januari, kami sudah upayakan berjalan SAR Unit Siaga di Kabupaten Lingga, dengan mengirim beberapa peralatan-peralatan yang ada untuk menolong korban kecelakaan. Kita akan menyediakan perahu karet sebelum dibuatkan kapal dari Basarnas. Dengan demikian, jika terjadi kecelakaan, pihaknya dapat langsung melakukan tindakan.

Jika di Lingga Unit SAR sudah terbentuk, tambah Djunaidi, dirinya juga berharap Pemda dapat menghibahkan lahan tanah untuk dapat dibuatkan Kantor SAR. Hal ini guna menaikkan tipe Unit SAR menjadi Pos atau Kantor SAR.

“Dengan adanya Unit SAR di Lingga, saya berharap pencarian dan pertongan akan lebih cepat dilaksanakan, lebih cepat dan tepat untuk menolong masyarakat yang ada di Kabupaten Lingga. Karena, kalau dari Tanjungpinang bergerak ke Lingga, akan memakan waktu 5 hingga 6 jam untuk tiba ke tempat kecelakaan, keburu orang meninggal baru kita menolong,” pungkasnya. (SK-Pus)

banner 4921x615

banner 1280x160

banner 740x400

banner 1280x157

banner

banner 1050x130 banner 2560x472

banner 740x400

banner

loading...