, , , ,

LMB Kepri Minta Polisi Periksa Kakanwil DJBC Kepri

oleh
Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri, Datok Panglima Azman Zainal. (Foto : Taufik)
Click to rate this post!
[Total: 17 Average: 5]

Sijori Kepri, Karimun – Terkait kejanggalan dalam penetapan tersangka Al Falah (36) dalam kasus penipuan yang berhubungan dengan lelang yang melibatkan oknum Bea Cukai, Datok Panglima selaku tokoh masyarakat dan juga Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri meminta kepada polisi agar memeriksa Kakanwil DJBC Khusus Kepri.

Demi mencari keadilan, sebagai tokoh masyarakat di Kabupaten Karimun, Datok Azman meminta dan berharap kepada Kapolres Karimun, Kapolda Kepri, bahkan Kapolri, agar menurunkan anggota Penyidik atau Propam Polda-nya mengusut tuntas kasus ini.

“Karena adanya keterlibatan oknum Bea Cukai, polisi hendaknya melakukan pemeriksaan terhadap Kakanwil DJBC Khusus Kepri terkait Kasus Penipuan yang bermodus Lelang ini,” katanya, Senin, (02/11/2020).

Sebelumnya sempat heboh diberitakan ada kejanggalan ditahannya dan ditetapkan jadi tersangka Al Falah, warga Perum Bella Vista Karimun oleh Satreskrim . Ini menjadi kritikan oleh Tokoh Masyakat Karimun, Datok .

Datok Azman mengatakan, kepada penyidik dari Satreskrim agar profesional, dalam penangani suatu kasus. Diduga, Polisi ada pembelaan khusus terhadap si pelapor Cece Ance Sofian Cs.

Di satu sisi, katanya, terlihat banyak yang terlibat dari oknum Bea Cukai dan oknum lainnya. Menurut keterangan dari Keluarga Al Falah, bahwa mereka (Cece Ance Sofian Cs) tersebut punya bisnis lelang HP tangkapan Bea Cukai dengan M Fariz Aldifar alias Aldi. Singkat cerita, Cece Ance Sofian memberikan uang sebanyak Rp 320 juta kepada M Fariz Aldifar alias Aldi, dan Al Falah tidak mengetahuinya.

Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
Play
previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider
banner 1050x130